Jakarta (ANTARA) - Sakit perut hebat yang berulang atau disertai mual bisa jadi mengindikasikan masalah kesehatan serius yang membutuhkan penanganan medis, bukan hanya masalah pencernaan sementara.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Kamis (12/1), dokter ahli anestesi dan pengobatan nyeri Kunal Sood mengatakan bahwa nyeri tajam dan menusuk di perut setelah makan kadang terjadi karena batu empedu.
"Batu empedu adalah gumpalan padat yang terbentuk di dalam kantung empedu ketika empedu menjadi terlalu pekat, biasanya dengan kolesterol atau pigmen," katanya.
Ia mengatakan bahwa batu empedu bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat kalau menyumbat saluran empedu.
"Penyumbatan tersebut menyebabkan kolik bilier, yaitu nyeri tajam dan hebat yang sering terasa di perut kanan atas atau punggung atas, biasanya setelah makan makanan yang sangat berlemak," ia menjelaskan.
"Hal ini dapat disertai mual atau muntah. Dan begitu mulai, rasa sakitnya dapat berlangsung selama berjam-jam," ia menambahkan.
Baca juga: Dokter: Kebanyakan kasus batu kantung empedu tak bergejala
Baca juga: Batu empedu lebih sering terjadi pada perempuan
Menurut dr. Sood, batu empedu lebih umum terjadi pada perempuan, orang yang kelebihan berat badan, penderita diabetes, dan siapa pun yang mengalami perubahan berat badan cepat, termasuk penurunan berat badan secara cepat.
Dia menyampaikan bahwa kalau serangan nyeri tajam di perut terus berulang beberapa kali seminggu, maka itu menandakan kantung empedu tidak berfungsi dengan baik.
"Diagnosis dilakukan melalui USG, yang dapat mendeteksi bahkan batu kecil atau tanda-tanda peradangan," katanya.
Ia mengemukakan bahwa batu empedu yang tidak menimbulkan gejala mungkin hanya perlu dipantau.
Namun, kalau sampai mengalami serangan yang menyakitkan atau berulang maka lebih baik berkonsultasi dengan dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Menurut dr. Sood, jika diperlukan maka pasien dengan batu empedu bisa direkomendasikan untuk menjalani kolesistektomi laparoskopi, operasi minimal invasif untuk mengangkat kantung empedu, di mana kantung empedu dan batunya diangkat melalui sayatan kecil.
"Setelah kantung empedu diangkat, empedu mengalir langsung ke usus, dan bagi kebanyakan orang, serangan yang menyakitkan tersebut akan berhenti sepenuhnya," katanya.
Baca juga: Waspadai infeksi usus akibat Norovirus
Baca juga: Makanan yang disarankan dikonsumsi saat sakit perut
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































