Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung memastikan pembahasan mengenai masa depan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan nilai sejarah, lingkungan, serta kepentingan masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait arah kebijakan pengelolaan kawasan Kebun Binatang Bandung.
“Keberadaan kawasan ini juga dipandang memiliki nilai historis dan ekologis yang perlu dijaga bersama,” kata Farhan di Bandung, Kamis.
Farhan mengungkapkan, saat ini ketiga level pemerintahan masih intensif mendiskusikan arah kebijakan terbaik bagi Kebun Binatang Bandung, termasuk konsep pengelolaan dan fungsi kawasan ke depan.
“Kami bertiga, pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat sedang mendiskusikan masa depan kebun binatang ini. Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep seperti sekarang, dengan konsep yang berbeda, atau bahkan bukan kebun binatang,” katanya.
Baca juga: Wali Kota Bandung: Masa depan Bandung Zoo ditentukan dua bulan lagi
Selama proses kajian berlangsung, lanjut Farhan, Kebun Binatang Bandung tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang dapat diakses masyarakat dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Farhan menegaskan, kebijakan yang akan ditetapkan nantinya harus mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penghormatan terhadap nilai sejarah, serta kebutuhan masyarakat Kota Bandung.
“Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan jangka panjang kota dan warganya,” katanya.
Sementara itu, Ahli sejarah sekaligus penulis Yudi Hamzah, meminta Pemerintah Kota Bandung tidak menutup operasional Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) karena memiliki nilai sejarah dan fungsi publik yang kuat bagi masyarakat.
Baca juga: Peneliti sejarah: Lahan Bandung Zoo bukan milik perorangan
Menurut Yudi, kebun binatang merupakan fasilitas publik yang telah ada di Kota Bandung sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari memori kolektif warga.
“Sebelum di Tamansari, kebun binatang di Bandung sudah ada beberapa hingga akhirnya dibangun Bandung Zoo. Tempat ini sejak zaman dulu sudah didatangi masyarakat dan terpatri dalam memori mereka,” kata Yudi.
Ia menilai, wacana penutupan kebun binatang berpotensi memicu protes dari masyarakat, mengingat banyak bangunan bersejarah di Kota Bandung yang telah hilang.
Baca juga: BBKSDA: Pakan satwa Bandung Zoo sementara ditanggung Kemenhut
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































