Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji menemui 1.440 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Aceh Tenggara untuk memperkuat peran kader dalam mendampingi keluarga sekaligus mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh.
"TPK menjadi ujung tombak pembangunan keluarga, karena berhadapan langsung dengan calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita. Keberhasilan berbagai program pembangunan keluarga sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang dilakukan kader di lapangan," kata Wihaji dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Mendukbangga serahkan bantuan rumah keluarga risiko stunting di Aceh
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi balita stunting di Aceh pada tahun 2024, tercatat sebesar 28,60 persen, sedangkan di Kabupaten Aceh Tenggara sebesar 30,9 persen. Angka tersebut termasuk masih tinggi dan di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20 persen.
Pencegahan stunting, lanjut Menteri Wihaji, perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan sejak dini.
"Terdapat empat faktor utama yang perlu menjadi perhatian, yakni pemenuhan gizi yang baik, pola asuh yang tepat, akses terhadap layanan kesehatan, serta lingkungan yang sehat dan didukung sanitasi yang memadai," ujar dia.
Keempat faktor tersebut, lanjut dia, merupakan area yang bersentuhan langsung dengan tugas TPK, yang memiliki peran strategis dalam mengedukasi, mendampingi, serta memastikan keluarga sasaran memperoleh informasi dan layanan yang dibutuhkan untuk mencegah stunting sejak dini.
Pendekatan langsung kepada masyarakat dinilai menjadi kunci agar berbagai program pembangunan keluarga berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar. Terjun ke lapangan, cek lapangan seperti apa pelaksanaannya," ucap Wihaji.
Baca juga: BKKBN Aceh ajak pemda tingkatkan dukungan penurunan stunting
Baca juga: Menko PMK minta seluruh OPD di Aceh jadi bapak asuh bagi anak stunting
Selain memperkuat kapasitas kader melalui pendampingan keluarga, upaya percepatan penurunan stunting juga dilakukan melalui intervensi langsung kepada keluarga berisiko stunting.
Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan bantuan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) berupa renovasi tiga unit rumah yang didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) Kutacane serta bantuan pembangunan jamban sehat dari Bank Aceh Syariah KCP Kutacane.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Genting yang mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membantu keluarga berisiko stunting melalui dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































