Beirut (ANTARA) - Otoritas Suriah terbuka untuk melakukan dialog dengan kelompok Lebanon, Hizbullah, jika hal itu dapat memajukan kepentingan Damaskus, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah Asaad Al-Shibani pada Kamis.
"Jika pertemuan dengan Hizbullah diperlukan demi kepentingan kami, maka kami terbuka untuk itu," kata Al-Shibani dalam konferensi pers di Beirut usai bertemu Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri.
Al-Shibani mengatakan pertemuannya dengan Berri tidak membahas soal Hizbullah, melainkan berfokus pada peluang untuk memperkuat hubungan antara kedua negara. Menlu Suriah tersebut tiba di Beirut pada Kamis untuk melakukan kunjungan resmi.
Selain bertemu ketua parlemen, Al-Shibani juga bertemu dengan presiden, perdana menteri, dan menteri luar negeri Lebanon.
Baca juga: Irak dan Suriah bahas pemulihan pipa minyak yang lumpuh akibat AS
Kepemimpinan baru Suriah, yang mulai berkuasa di Damaskus pada akhir tahun 2024, menilai Hizbullah sebagai salah satu rival politiknya karena peran kelompok tersebut dalam konflik Suriah.
Selain itu, kelompok perlawanan Syiah Lebanon itu secara terbuka terlibat dalam pertempuran bersama pihak tentara Suriah melawan kelompok bersenjata pada 2013.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu episode kunci dalam ketegangan regional terkait Suriah dan terus berpengaruh terhadap hubungan antara Damaskus dan Hizbullah hingga saat ini.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Baznas kirim sedekah kurban Indonesia untuk 6.700 pengungsi Palestina
Baca juga: Beirut tolak usulan Trump agar Suriah tangani Hizbullah di Lebanon
Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































