Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Belarus menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) tentang Kerja Sama pada Bidang Kebudayaan yang diharapkan mampu menghasilkan berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin mempertemukan para seniman, pekerja budaya, museum, lembaga seni, akademisi, dan komunitas kreatif kedua negara untuk saling belajar, berkarya, dan berinovasi. Inilah esensi diplomasi budaya, membangun kedekatan antarmasyarakat yang pada akhirnya memperkuat hubungan antarnegara," ujar Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon di Jakarta, Kamis.
Menbud berharap implementasi MSP ini akan melahirkan berbagai program konkret yang semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan budaya dunia.
Baca juga: Presiden Belarus tegaskan Indonesia mitra penting di Asia Tenggara
Penandatanganan MSP yang dilakukan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dan Menteri Luar Negeri Republik Belarus, Maxim Ryzhenkovini ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral melalui kebudayaan yang menjadi salah satu pilar penting kemitraan strategis.
Kesepakatan ini menjadi landasan bagi pengembangan kerja sama kebudayaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan saling menguntungkan, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people relations) antara Indonesia dan Belarus.
Fadli juga menyampaikan bahwa MSP ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat soft power Indonesia di panggung internasional.
Baca juga: Presiden Belarus optimistis ekonomi Indonesia terus tumbuh
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya sebagai salah satu pilar hubungan internasional. Kebudayaan merupakan sumber soft power Indonesia yang mampu membangun kepercayaan, mempererat persahabatan, serta membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara,” ujarnya lagi.
Penandatanganan MSP ini, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan antara Indonesia dan Belarus melalui seni, warisan budaya, dan kreativitas.
MSP ini mencakup berbagai bidang kerja sama, antara lain pengembangan jejaring antarlembaga seni pertunjukan seperti teater, perfilman, museum, dan organisasi seniman, pertukaran pameran museum, dan partisipasi dalam festival film internasional.
Baca juga: Rusia dan Belarus siap kerja sama antariksa dengan Indonesia
Termasuk juga pengembangan kapasitas seniman dan pekerja budaya melalui lokakarya, residensi, dan kegiatan lainnya; serta kerja sama dalam pelindungan, dokumentasi, dan restorasi warisan sejarah dan budaya.
Selain itu, kedua negara juga akan memperkuat kerja sama pada cerita rakyat, seni rupa, tari tradisional, musik tradisional, kerajinan tangan, serta bidang-bidang kebudayaan lain yang disepakati bersama sesuai dengan kebutuhan kedua negara, untuk memastikan implementasi yang efektif.
Indonesia dan Belarus akan membentuk Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group) yang bertugas memfasilitasi, memantau, mengevaluasi, dan meninjau pelaksanaan MSP, sekaligus menyusun program-program kerja yang konkret dan berkelanjutan.
Adapun MSP ini berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang secara otomatis berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
Baca juga: Kadin Indonesia dan Belarus bahas peluang kerja sama industri pupuk
Baca juga: UPNVY-MSLU dirikan Pusat Bahasa dan Budaya Indonesia-Belarus
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































