Jakarta (ANTARA) - Pendakwah Habib Jafar mengatakan film drama "Seni Merayu Tuhan" yang diadaptasi dari buku "best seller" karyanya adalah upayanya memperluas dakwah ke layar lebar, yang sebelumnya hanya direncanakan di platform YouTube.
"Aku terlibat langsung dari awal. Sejak masih pembicaraan ide, kemudian setiap penulis skenarionya, dari draf 1 sampai draf 14 waktu itu, aku terus hadir di semua perjalanan itu. Satu draf itu bisa dua hari, kita meeting, aku terus hadir karena aku ingin karya ini betul-betul sesuai dengan visi, sesuai dengan nilai bukunya, tegak lurus dengan visi bukunya," kata Ja'far saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis.
Habib Ja'far mengatakan dakwah yang dilakukannya melalui layar lebar tidak hanya ingin mendorong promosi filmnya supaya ditonton, tetapi lebih besar lagi.
Baca juga: Perpusnas jadi lokasi peluncuran film Seni Merayu Tuhan
Supaya penonton dapat mengambil hikmah kehidupan dari film yang akan ditayangkan di bioskop mulai 13 Agustus mendatang itu.
"Di antara buku yang aku paling sukai itu adalah buku tentang pencarian, karya Viktor Frankl, judulnya 'Man's Search for Meaning'. Dan film ini, itu bertema yang sama, bagaimana mengajak kita untuk mencari dan makna dalam segala hal," kata Ja'far.
"Makanya ada obrolan antara Gus Mus, Prof. Quraish Shihab waktu itu, tentang dakwah by film, bikin dakwah melalui layar bioskop. Ini adalah salah satu puncaknya, buku kemudian menjadi karya, katakanlah karya bioskop yang, ya, senang sekali, akhirnya bisa sampai di sini, gitu," ujar Ja'far pula.
Baca juga: Rieke Diah Pitaloka usulkan peluncuran film dari buku di Perpusnas
Produser Salman Aristo mengatakan bahwa "Seni Merayu Tuhan" adalah film drama tentang perjalanan anak muda bernama Hikmah yang sedang menuju fase kedewasaannya.
Dalam "official trailer"-nya, film itu menampilkan perjalanan anak muda bernama Hikmah (diperankan oleh Ari Irham) yang sempat merasa nyaman dengan dunia yang ia jalani, namun jatuh ke titik terendah saat sang ibunya (Rieke Diah Pitaloka) meninggal dunia.
"Sebuah cerita yang relevan dan dekat dengan generasi muda saat ini, dikemas dengan kisah tentang keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup," kata Aristo.
Baca juga: Soundtrack film Seni Merayu Tuhan diisi enam lagu bernuansa spiritual
Film yang disutradarai oleh Cesa David Luckmansyah itu dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy.
Sebagai bentuk kolaborasi strategis, Habib Ja'far dan tim produksi film dari Wahana Kreator juga menggandeng Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dan Mizan Pustaka untuk menumbuhkan minat membaca buku bagi masyarakat di Indonesia.
Ja'far mengutip pesan tokoh perjuangan Republik Indonesia Tan Malaka bahwa negara ini akan baik-baik saja selama toko buku ada, selama pustaka itu bisa dibentuk kembali, yang menegaskan bahwa buku adalah napas dan fondasi bagi kemajuan bangsa.
Baca juga: Habib Ja'far: Islam dan Pancasila jadi pegangan umat muslim Indonesia
Baca juga: Habib Ja’far sebut 'Ngaji Soccer' MAS dakwah bil hikmah kreatif
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































