Jakarta World FolkFest perkuat citra DKI sebagai kota global

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta World FolkFest sebagai wadah pertemuan budaya berbagai bangsa sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang terbuka, inklusif, dan berbudaya.

Adapun acara yang digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, itu merupakan ajang budaya internasional yang diikuti 115 delegasi dari enam negara, yakni Rumania, Yunani, Polandia, Filipina, Rusia, dan Korea Selatan, bersama para seniman Indonesia.

"Kehadiran ratusan delegasi dari berbagai negara menunjukkan bahwa Jakarta semakin dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan budaya berskala internasional," kata Pramono di Balai Kota, Kamis.

Menurut Pramono, kepercayaan tersebut menjadi bukti Jakarta semakin diperhitungkan sebagai kota global yang mampu menyelenggarakan agenda budaya bertaraf internasional.

Selama berada di Jakarta, para delegasi tidak hanya menampilkan seni dan budaya dari negara masing-masing, tetapi juga mengikuti parade budaya di kawasan Dukuh Atas, Gedung BNI 46, dan Bundaran HI, serta mengunjungi sejumlah destinasi ikonik, seperti Monumen Nasional (Monas) dan Kawasan Kota Tua.

"Saya melihat antusiasme para delegasi sangat baik. Selain menikmati berbagai pertunjukan budaya, mereka juga mengikuti parade budaya dan mengunjungi berbagai destinasi bersejarah di Jakarta. Mudah-mudahan pengalaman ini memberikan kesan yang baik tentang Jakarta," ungkapnya.

Jakarta World FolkFest 2026 turut memeriahkan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad Jakarta pada 2027.

Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertegas posisi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, toleran, dan terbuka bagi masyarakat dunia.

"Momentum ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad Jakarta, sekaligus memperkenalkan wajah Jakarta sebagai kota yang berbudaya, inklusif, dan terbuka bagi semua kalangan,” jelas Pramono.

Ia berharap Jakarta World FolkFest semakin mempererat hubungan persahabatan antarnegara, memperkuat promosi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mendorong penyelenggaraan lebih banyak agenda internasional di Jakarta.

"Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat persahabatan antarnegara, mendorong promosi pariwisata dan ekonomi kreatif, serta menjadikan Jakarta sebagai destinasi berbagai agenda internasional," ucap Pramono.

Baca juga: Pemprov DKI gandeng hotel bidik wisata kebugaran

Baca juga: Pram ingin penataan Kali Grogol jadi contoh penanganan kawasan kumuh

Baca juga: Pemprov DKI siap bekali pengemudi ojol tentang keselamatan berkendara

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |