Berlin (ANTARA) - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan bahwa keanggotaan dalam NATO tidak berarti "kepatuhan mutlak" kepada Amerika Serikat, sebagai tanggapan atas kritik dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Dalam wawancara dengan majalah mingguan Der Spiegel pada Kamis, Pistorius mengatakan NATO bekerja berdasarkan konsensus, bukan didominasi oleh satu negara anggota.
Saat ditanya mengenai tuntutan Trump agar sekutu NATO, termasuk Jerman, menunjukkan loyalitas yang dimaknai sebagai kepatuhan penuh kepada Washington, Pistorius menolak anggapan tersebut.
"Kepatuhan bukanlah konsep NATO," katanya. "Keputusan di NATO diambil melalui konsensus bebas seluruh negara anggota, tanpa didikte oleh satu negara tertentu."
Pistorius mengakui gaya komunikasi pemerintahan Trump terkadang terdengar lebih keras ketika terjadi perbedaan pendapat dengan sekutu-sekutu Eropa. Namun, menurut dia, negara-negara Eropa telah terbiasa dengan hal tersebut dan tetap berfokus pada kepentingan bersama.
Ia juga menegaskan bahwa Jerman meningkatkan kemampuan pertahanannya atas dasar kepentingan nasional, bukan karena tekanan dari pihak luar.
"Kami berinvestasi besar-besaran untuk memperkuat kemampuan penangkalan dan pertahanan," ujar Pistorius. "Kami mengerahkan seluruh upaya guna meningkatkan kesiapan operasional angkatan bersenjata Jerman demi keamanan Jerman dan para mitra NATO."
Pistorius mengakui negara-negara Eropa selama bertahun-tahun belum memenuhi komitmen mereka di NATO, terutama terkait belanja pertahanan. Kondisi itu, menurutnya, merugikan aliansi maupun Amerika Serikat.
Meski demikian, ia menilai situasi tersebut kini mulai berubah. Pistorius mengatakan negara-negara Eropa telah menyepakati target baru belanja pertahanan dan mulai meningkatkan investasi serta mengambil tanggung jawab yang lebih besar terhadap pertahanan kolektif NATO.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS dorong perkuat aliansi pertahanan dengan Turki di NATO
Baca juga: Menhan AS dorong NATO kembali jadi aliansi militer yang kuat
Baca juga: Menlu Turkiye: Keputusan penting KTT NATO perlu partisipasi Trump
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































