Moskow (ANTARA) - Irlandia akan bergabung dengan program persenjataan kembali SAFE (Security Action For Europe) Uni Eropa, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Irlandia Helen McEntee.
Pemerintah Irlandia sedang bersiap untuk bergabung dengan SAFE yang tidak hanya untuk mendapatkan akses pendanaan, tetapi juga bekerja sama lebih erat dengan mitra-mitra Eropa, kata McEntee pada Rabu.
Dia menambahkan status netralitas militer Irlandia tidak menghalangi negara tersebut untuk bekerja sama dengan mitra-mitra Eropa dalam menanggapi ancaman keamanan.
Sebelumnya pada Juni, Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Industri Pertahanan dan Antariksa Komisi Eropa, Herald Ruijters, mengatakan Komisi Eropa akan mengumumkan putaran baru pengajuan dana pinjaman dalam kerangka SAFE.
Program SAFE diluncurkan pada Mei 2025. Instrumen keuangan tersebut menyediakan pinjaman jangka panjang dengan syarat khusus hingga senilai 150 miliar euro (sekitar Rp3 kuadriliun) untuk mendukung pengadaan bersama peralatan militer dan memperkuat basis industri pertahanan Uni Eropa.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Lima negara UE teken perjanjian pinjaman program persenjataan SAFE
Baca juga: Dewan Menteri Polandia abaikan veto presiden atas pinjaman SAFE
Baca juga: EU bahas SAFE dan perlindungan perbatasan dengan Rusia, Belarus
Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































