Kemenperin: Kemitraan UNIDO-Tsingshan perkuat kebijakan hilirisasi

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai kemitraan Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) sebagai langkah strategis dalam memperkuat agenda transformasi industri nasional dan kebijakan hilirisasi berbasis keberlanjutan.

“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing industri, tetapi juga memastikan bahwa pengembangan kawasan industri di Indonesia berjalan sejalan dengan prinsip environmental, social, and governance​ (​​​​​​ESG), perlindungan lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Bayu Fajar Nugroho di Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Kamis.

Kemenperin mendorong kawasan industri di luar Pulau Jawa yang berbasis pada hilirisasi sumber daya alam. Kemenperin melihat peluang tersebut telah dilakukan oleh UNIDO dan Tsingshan Holding Group yang menandatangani Joint Declaration pada rangkaian UNIDO GC di Riyadh pada tanggal 24 November 2025 sebagai bentuk komitmen bersama dalam pembangunan industri nikel berkelanjutan.

"Kami sangat apresiasi kerja sama tersebut dan memberikan dukungan terhadap implementasinya. Kami juga meyakini bahwa kolaborasi para pakar UNIDO dan tentunya para pemangku kepentingan terkait untuk memetakan potensi efisiensi energi, penurunan emisi, serta pengembangan simbiosis industri yang dikombinasikan dengan visi Tsingshan Holding Group dalam membangun industri nikel yang berkelanjutan, dan menghasilkan sinergi yang kuat untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Bayu.

Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan kerja sama kemitraan ini, Tsingshan bersama UNIDO dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menggelar dialog pemangku kepentingan bertajuk Tsingshan-UNIDO Collaboration Conference on Industrial Parks for Sustainable Development. Konferensi berlangsung pada 14–15 Januari 2026 di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kemenperin, mitra industri, serta asosiasi industri, untuk membahas arah penguatan tata kelola kawasan industri nikel berkelanjutan.

"Kami berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal dan jembatan pembuka bagi pelaksanaan kegiatan teknis selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh UNIDO bersama dengan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dalam mewujudkan pembangunan industri nikel," kata Bayu.

Kemenperin mengharapkan keberhasilan kolaborasi ini dapat menjadi kisah sukses kawasan industri berbasis hilirisasi sumber daya alam dan diikuti oleh kawasan industri lainnya di Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT IWIP Kevin He menyampaikan bahwa penetapan sebagai kawasan percontohan menjadi momentum penting untuk memperkuat penerapan standar keberlanjutan di kawasan industri.

“IWIP berkomitmen mendukung prioritas nasional, yakni hilirisasi dan peningkatan nilai tambah serta penguatan kapasitas SDM, dengan memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi bagian dari praktik operasional. Ini adalah bagian dari upaya memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai nilai industri nikel global yang berkelanjutan,” ujar Kevin He.

Inisiatif ini juga sejalan dengan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan UNIDO melalui Indonesia–UNIDO Programme for Country Partnership (IUPCP) 2026–2030, yang melanjutkan Indonesia–UNIDO Country Programme (IUCP) 2021–2025 dalam mendukung pembangunan industri nasional, transformasi industri hijau, serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pengalaman dari pengembangan IWIP diharapkan dapat menjadi contoh awal bagi pengembangan kawasan industri berkelanjutan di wilayah lain di Indonesia.

Baca juga: Kemitraan UNIDO-Tsingshan tetapkan IWIP sebagai kawasan percontohan

Baca juga: IWIP dukung kolaborasi Tsingshan-UNIDO untuk nikel berkelanjutan

Baca juga: Kemenperin-UNIDO finalisasi program akselerasi industri hijau RI

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |