Kemenpar ajak APMI-ASITA buat paket wisata konser K-Pop menarik

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengajak Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) berkolaborasi membuat paket wisata yang menarik bertemakan grup idola K-Pop yang menggelar konser di Indonesia.

Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis, Nia menilai paket-paket wisata bertemakan K-Pop dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia. Ia mengatakan industri pariwisata nasional perlu melihat banyaknya konser K-Pop yang digelar sebagai peluang untuk menggerakkan sektor pariwisata.

Kementerian Pariwisata melihat konser internasional sebagai salah satu penggerak event pariwisata yang memberikan dampak ekonomi yang signifikan di sektor pariwisata sekaligus momen baik untuk mempromosikan destinasi wisata ke tingkat global.

Baca juga: Kemenpar buka peluang kerja sama promosi wisata dengan idola K-Pop

Penyelenggaraan konser K-Pop di kota-kota besar di Indonesia dinilai memberikan dampak besar terhadap perekonomian negara sekaligus dapat mencegah keluarnya devisa pariwisata, karena para penggemar K-Pop di Indonesia yang jumlahnya besar tidak harus keluar negeri untuk menyaksikan idola K-Pop mereka.

"Konser K-Pop di Jakarta memberikan keuntungan besar, berupa perputaran uang yang dibelanjakan oleh ribuan penonton untuk membeli tiket konser, akomodasi (hotel), makan-minum, transportasi dan komunikasi, serta membeli oleh-oleh, di antaranya merchandise," kata Nia.

Ia menyampaikan perputaran uang di antaranya akan masuk ke negara berupa pajak, pajak tontonan konser dan pajak konsumsi seperti hotel, makan minum, dan membeli barang merchandise, juga sewa venue ke perusahaan pengelola aset negara.

Baca juga: Kemenpar ingin gaet KTO untuk perluas promosi pariwisata Indonesia

Oleh karenanya, dia menyatakan Kementerian Pariwisata terbuka untuk berkolaborasi dengan asosiasi industri biro perjalanan wisata seperti ASITA, AITTA, ASTINDO, dan IINTOA untuk mengembangkan paket concert tourism yang terintegrasi, mulai dari tiket konser, transportasi, akomodasi, hingga atraksi wisata.

"Melalui kolaborasi ini, diharapkan wisatawan tidak hanya datang untuk menonton konser, tetapi juga memperpanjang masa tinggal (length of stay) dan meningkatkan pengeluaran wisata (tourist spending) sehingga memberikan multiplier efek ekonomi yang lebih luas," ujarnya.

Baca juga: Bidik target 17,6 juta wisman, Kemenpar promosi wisata RI di Malaysia

Apalagi seperti yang diketahui, katanya, bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang menarik untuk menggelar konser musik kelas dunia. Dia menyebut grup K-Pop papan atas seperti BLACKPINK dan BTS memiliki fans besar di kota-kota besar di Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN.

"Pertimbangannya, Indonesia merupakan pasar terbesar untuk industri konser musik di kawasan ASEAN dan memiliki fans besar terhadap musisi dunia dengan berbagai aliran (genre) seperti; K-Pop, jazz, rock, hip hop, maupun R&B," katanya.

Di sisi lain, dia juga menyampaikan Kementerian Pariwisata membuka peluang kerja sama dengan idola K-Pop asal Indonesia untuk mempromosikan keindahan pariwisata tanah air di tingkat global.

Baca juga: Kemenpar: Indonesia harus garap pasar besar wisatawan muslim dunia

Baca juga: Komisi VII minta Piala Dunia jadi momentum promosikan wisata olahraga

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |