Istanbul (ANTARA) - Ekspor minyak mentah Arab Saudi meningkat mencapai level tertinggi melalui Selat Hormuz sejak perang Iran mengganggu pelayaran strategis tersebut seiring pulihnya arus pengiriman usai kesepakatan Iran-AS, demikian lapor Bloomberg pada Kamis.
Laporan tersebut menyebutkan empat kapal tanker super yang mengangkut minyak dari terminal ekspor Ras Tanura memasuki Teluk Oman setelah melintasi Selat Hormuz.
Keempat kapal tersebut yang seluruhnya dioperasikan perusahaan pelayaran Arab Saudi, Bahri, membawa sekitar 8 juta barel minyak mentah.
Pergerakan tersebut menjadi jumlah keberangkatan kapal tanker super Arab Saudi terbesar melalui Selat Hormuz sejak kesepakatan damai mulai berlaku sekitar dua pekan lalu.
Kapal-kapal itu merupakan bagian dari kelompok kapal sepanjang lebih dari 300 meter yang memasuki Teluk Persia pada akhir bulan lalu sebelum memuat minyak di Ras Tanura, salah satu terminal ekspor minyak mentah terbesar di dunia.
Peningkatan aktivitas tanker tersebut memperkuat indikasi bahwa Arab Saudi, produsen terbesar di kelompok OPEC, tengah meningkatkan pengiriman minyak setelah lalu lintas di Selat Hormuz kembali pulih.
Bloomberg sebelumnya juga melaporkan bahwa perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco, menjual sedikitnya 6 juta barel minyak mentah di pasar spot kepada pembeli di Asia, termasuk di Korea Selatan, Jepang, dan China.
Penjualan di pasar spot tersebut dinilai tidak lazim karena Saudi Aramco umumnya memasok minyak kepada pelanggan melalui kontrak jangka panjang.
Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz juga meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah kapal kini lebih sering melintas secara beriringan untuk melewati jalur sempit tersebut.
Menurut laporan Bloomberg, sebagian besar kapal menggunakan koridor pelayaran yang dikelola Amerika Serikat di perairan Oman, sementara beberapa lainnya memilih rute yang lebih dekat dengan pantai Iran.
Saat ini hanya sedikit kapal tanker minyak Arab Saudi yang masih berada di Teluk Persia. Dari empat kapal di sekitar Ras Tanura, dua di antaranya telah memberi sinyal membawa muatan penuh, sementara satu kapal lainnya diperkirakan baru selesai memuat minyak dalam beberapa hari terakhir.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia yang menghubungkan negara-negara produsen minyak di Teluk Persia dengan pasar global. Jalur tersebut menjadi lintasan utama bagi pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) melalui laut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Selat Hormuz masih dipenuhi ranjau, pembersihan perlu 2 bulan
Baca juga: Iran sebut jet tempur AS di atas Selat Hormuz gangguan keamanan
Baca juga: Jerman akan tarik kapal dari misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































