BSI: Pembiayaan UMKM tumbuh solid, capai Rp51,78 T per November 2025

2 hours ago 1
Capaian ini tentu juga didorong atas berbagai stimulus ekonomi dan kebijakan pemerintah yang pro-kerakyatan yang juga memberikan angin segar untuk bisnis UMKM

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pembiayaan UMKM tumbuh solid mencapai Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) sebesar 33,91 persen atau berada di atas ketentuan yang ditetapkan regulator.

Pada periode ini, jumlah UMKM BSI mencapai lebih dari 349,71 ribu orang. Hal ini, catat perseroan, membuktikan bahwa pembiayaan UMKM tumbuh positif dan solid, terutama di sektor perdagangan besar dan eceran, pertanian dan kehutanan, jasa kesehatan, makanan dan minuman halal dan pengelolaan halal value chain.

“Capaian ini tentu juga didorong atas berbagai stimulus ekonomi dan kebijakan pemerintah yang pro-kerakyatan yang juga memberikan angin segar untuk bisnis UMKM,” kata Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Beberapa kebijakan pemerintah tersebut di antaranya termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembiayaan UMKM bersubsidi melalui program KUR Syariah, peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, hingga sertifikasi halal dan lainnya.

Adapun kinerja pembiayaan UMKM pada 2025 yang tumbuh secara tahunan (yoy) tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent), penguatan proses bisnis, dan fokus pada ekosistem halal.

Meskipun dihadapkan pada tantangan makroekonomi global dan penyesuaian daya beli masyarakat yang menyebabkan perlambatan di beberapa sub-sektor, perseroan mencatat bahwa kinerja segmen UMKM masih menunjukkan daya tahan (resilience) yang baik dan memiliki kualitas pembiayaan terjaga.

Erwan menambahkan bahwa UMKM menjadi salah satu gerbang (gate) awal pembiayaan ritel yang potensial jika nasabah dibina dan didampingi secara tepat.

Hal ini mulai dari akses pembiayaan, pendampingan berkelanjutan dan program sertifikasi halal dan akses pasar bagi UMKM, serta pelaksanaan berbagai literiasi dan inklusi yang masif dan merata.

Erwan menyampaikan, sinergi antara perbankan, pemerintah, dan off-taker (penjamin pembelian) menjadi kunci agar UMKM naik kelas.

BSI sendiri juga telah memiliki UMKM Center di berbagai kota di Indonesia sebagai wujud nyata pendampingan mulai dari hulu hingga hilir.

“Kami optimis bahwa dengan strategi yang tepat dan dukungan regulasi yang kuat, segmen UMKM akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi syariah nasional pada tahun 2026,” tutup Erwan.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |