Wapres Gibran kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal

2 weeks ago 8

Tegal (ANTARA) - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi lokasi para pengungsi tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendatangi posko pengungsian yang berada di rumah warga setempat bernama Kamal sekitar pukul 09.30 WIB dan berbincang singkat dengan Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, serta sejumlah tokoh setempat.

Baca juga: Selama sepekan pergerakan tanah di Tegal masih berlangsung

Setelah berbincang singkat, Wapres Gibran didampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melanjutkan kunjungan dengan meninjau kondisi rumah warga terdampak tanah bergerak dengan menggunakan kendaraan roda dua, karena akses jalan yang terbatas serta kondisi tanah masih labil.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kehadiran negara sejak awal dalam penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal.

"Hadirnya negara adalah memberikan kepastian bahwa masyarakat di hunian tetap (Huntap) bisa eksis dan mandiri. Inilah hadirnya negara yang kita tunggu-tunggu," katanya.

Pada kunjungan pertama Rabu (4/2), saat memimpin rapat koordinasi darurat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, dia mengatakan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar untuk warga benar-benar terpenuhi.

Baca juga: Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis

Baca juga: Pemprov Jateng siapkan huntara warga terdampak tanah bergerak di Tegal

"Hari ini di Tegal, semua harus cukup, mulai dapur, sekolah dan kebutuhan lainnya. Selain aspek kemanusiaan, saya minta percepatan penanganan infrastruktur terdampak melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah daerah," katanya.

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa pergerakan tanah masih bersifat dinamis dan berdampak pada ratusan rumah warga.

Pemerintah daerah, kata dia, tercatat sekitar 250 rumah terdampak tanah bergerak serta 804 jiwa terpaksa mengungsi.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |