Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal RI (KJRI) di San Francisco menjajaki kerja sama dengan negara bagian Alaska, Amerika Serikat, khususnya di sektor energi dan sumber daya alam.
Hal itu disampaikan Konsul Jenderal RI Yohpy Ichsan Wardana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (1/5).
Menurut Yohpy, Indonesia dan Alaska memiliki karakteristik yang saling melengkapi sehingga peluang kerja sama perlu terus dikembangkan.
"Alaska unggul di sektor energi, perikanan, logistik, dan pengelolaan sumber daya, sementara Indonesia menawarkan pasar besar, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta posisi strategis di Asia Tenggara," katanya.
Kunjungan yang berlangsung pada 27–28 April tersebut menjadi langkah awal membuka jalur kerja sama yang lebih terstruktur dengan Alaska.
Dalam kunjungan itu, KJRI San Francisco bertemu sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kamar Dagang Anchorage, Asosiasi Migas Alaska (AOGA), serta Departemen Perdagangan, Komunitas, dan Pembangunan Ekonomi Alaska (DCCED).
Alaska yang memiliki cadangan minyak, gas, dan LNG dalam skala besar dinilai sebagai mitra potensial untuk mendukung diversifikasi energi Indonesia.
Sebaliknya, pihak Alaska menunjukkan ketertarikan terhadap prospek pasar Indonesia yang terus berkembang, menurut keterangan KJRI.
Yohpy mengatakan pihaknya juga menjajaki potensi ekspor LNG Alaska ke Asia, termasuk Indonesia, serta kerja sama teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi migas.
Selain energi, Indonesia melihat peluang penguatan kerja sama di sektor perikanan, termasuk perdagangan komoditas laut, pengembangan rantai pasok beku, pengolahan hasil laut, dan standardisasi mutu.
Dalam pertemuan dengan Alaska Permanent Fund Corporation, KJRI memperkenalkan Danantara Indonesia sebagai mitra potensial untuk kerja sama institusional dan pertukaran pengetahuan terkait pengelolaan dana investasi jangka panjang.
KJRI San Francisco juga mengeksplorasi peluang kerja sama pendidikan dan riset dengan University of Alaska Fairbanks di bidang teknik, sistem energi, dan teknologi kebencanaan.
"Alaska merupakan frontier ekonomi baru yang relevan bagi penguatan diplomasi sub-nasional Indonesia di Amerika Serikat," kata KJRI dalam keterangannya.
Baca juga: KJRI San Fransisco hadirkan layanan konsuler bagi WNI di Alaska
Baca juga: KJRI San Fransisco ajak diaspora Indonesia perkuat kekeluargaan
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































