Prabowo akan ke Nganjuk bulan ini resmikan Museum Marsinah

1 hour ago 5

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur pada bulan ini untuk meresmikan Museum Perjuangan Buruh yang diberi nama Museum Marsinah.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada puncak Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat.

"Dan bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur untuk meresmikan Museum Perjuangan Buruh yang diberi nama Museum Marsinah," kata Presiden.

Menurut Prabowo, pemerintah telah mengangkat Marsinah sebagai pahlawan nasional. Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan buruh di Indonesia.

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas dihadiri puluhan buruh dari berbagai daerah serta sejumlah pimpinan serikat pekerja dan pejabat pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperjuangkan kepentingan buruh dan mensejahterakan rakyat Indonesia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan pembangunan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk turut serta memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai keteladanan, semangat, dan keberanian Marsinah dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

"Yang kita bangun bukan hanya gedung, tetapi juga ruang nilai. Di sinilah generasi muda bisa belajar tentang keberanian, kejujuran, dan keberpihakan pada keadilan yang diteladankan oleh Marsinah," katanya dalam keterangan yang diterima di Nganjuk, Minggu (28/12/2025).

Menurut Khofifah, dengan adanya rumah singgah dan museum nantinya akan semakin menguatkan desiminasi dan pelestarian perjuangan Marsinah

“Penghormatan kepada pahlawan tidak berhenti di makam, tetapi harus kita lanjutkan dengan merawat nilai perjuangannya dan menghadirkannya dalam kehidupan hari ini,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan gagasan awal pendirian museum datang dari keluarga Marsinah. Mereka ingin ada yang benar-benar monumental.

Kapolri mengungkapkan, perjuangan Marsinah begitu berat dan harus dikenang oleh masyarakat dan para buruh.

"Museum ini akan memamerkan barang-barang peninggalan Marsinah, seperti surat-surat perjuangan, catatan berisi keluh kesah Marsinah kepada kakaknya, buku harian, pulpen, pakaian, dan dokumen lain terkait perjalanan hidupnya sebagai aktivis buruh," kata dia.

Marsinah Lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. Ia adalah seorang aktivis buruh yang dikenal karena perjuangannya dalam membela hak-hak pekerja di Indonesia.

Ia bekerja di PT. Catur Putra Surya (CPS) dan diculik serta dibunuh pada 8 Mei 1993, yang menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di era Orde Baru.

Marsinah dikenang sebagai perempuan pemberani yang vokal dalam menyuarakan hak-hak buruh, dan kematiannya menjadi titik penting dalam perjuangan hak buruh di Indonesia.

Marsinah menerima Penghargaan Yap Thiam Hien pada 1993. Pada 10 November 2025, Marsinah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 10 November 2025 dan menjadi Pahlawan Nasional Pertama yang lahir pasca-Kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Khofifah: Museum Marsinah edukasi generasi muda tentang keberanian

Baca juga: Kapolri apresiasi pendirian Museum Pahlawan Nasional Marsinah

Baca juga: Marsinah angkat nama Nganjuk sebagai pahlawan termuda Indonesia

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |