Inggris naikkan level ancaman teror pascainsiden penusukan di London

1 hour ago 2
Inggris menaikkan level ancaman terorismenya menjadi "parah", level tertinggi kedua, pada Kamis (30/4) setelah polisi menyatakan serangan penusukan di Golders Green, London, sebagai "insiden teroris".

London (ANTARA) - Inggris menaikkan level ancaman terorismenya menjadi "parah", level tertinggi kedua, pada Kamis (30/4) setelah polisi menyatakan serangan penusukan di Golders Green, London, sebagai "insiden teroris", kata Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood.

"Hari ini, level ancaman nasional telah meningkat menjadi 'parah', yang berarti serangan teroris dinilai sangat mungkin terjadi," ujar Mahmood.

Dia menambahkan bahwa langkah ini dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama di kalangan komunitas Yahudi, yang telah mengalami begitu banyak penderitaan.

Serangan tersebut terjadi pada Rabu (29/4) di lingkungan Golders Green, London barat laut, ketika seorang pria bersenjatakan pisau menyerang pejalan kaki Yahudi. Polisi antiterorisme kemudian menyatakan insiden itu sebagai aksi teroris.

Dua korban, yang masing-masing berusia 76 dan 34 tahun, mengalami luka tusukan dan masih dirawat di rumah sakit, menurut kepala Kepolisian Antiterorisme di Metropolitan Police Laurence Taylor.

Kepolisian menyatakan bahwa tersangka, seorang pria Inggris berusia 45 tahun yang lahir di Somalia, telah ditangkap.

Seorang petugas forensik bekerja di dalam garis polisi setelah insiden penusukan di area Golders Green, London, Inggris Raya, pada 29 April 2026. (ANTARA/Xinhua/Stephen Chung)

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Kamis mengatakan bahwa pihak berwenang sedang mempercepat proses legislasi untuk menangani aktor-aktor negara yang berbahaya" dan menekankan perlunya mengatasi "akar penyebab antisemitisme dan ekstremisme".

Dalam pernyataan lanjutan dari Downing Street, Starmer mengatakan pemerintah akan meningkatkan investasi dalam layanan keamanan komunitas Yahudi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |