UK Export Finance siap salurkan 4 miliar poundsterling untuk Indonesia

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Komisaris Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik (HMTC) Martin Kent menyatakan bahwa UK Export Finance (UKEF) siap mengucurkan pembiayaan sebesar 4 miliar poundsterling untuk mendukung berbagai proyek pembangunan di Indonesia.

Angka tersebut setara dengan Rp96,65 triliun, berdasarkan kurs transaksi Bank Indonesia (BI) per Rabu sore yang mencatat 1 poundsterling = Rp24.162.

"UKEF kini memiliki kapasitas pembiayaan hingga 4 miliar poundsterling yang tersedia untuk Indonesia. Kami siap menyalurkan dana tersebut untuk memberikan solusi pembiayaan yang kompetitif guna mendukung ambisi (pembangunan) masa depan Indonesia," kata Kent dalam UK-Indonesia Railway Partnership Forum 2026 di Jakarta, Rabu.

Sebagai lembaga kredit ekspor milik pemerintah Inggris, UKEF menyediakan fasilitas pembiayaan dan asuransi guna membantu pembeli dan investor luar negeri dalam melaksanakan proyek yang menggunakan barang dan jasa dari Inggris.

Departemen Keuangan Inggris baru-baru ini juga telah mengalokasikan tambahan dana sebesar 50 miliar poundsterling (Rp1,21 kuadriliun) kepada lembaga tersebut untuk memperluas operasi globalnya.

Kent mengatakan, lembaga pembiayaan tersebut siap membantu pemangku kepentingan di sektor perkeretaapian Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan para ahli dari Inggris, mulai dari proses perencanaan dan rekayasa teknik (engineering), hingga operasional, pembiayaan, serta pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD).

Ia menuturkan, sektor perkeretaapian Inggris merupakan salah satu yang paling canggih di dunia.

Sektor tersebut mempekerjakan sekitar 100 ribu orang dan mengekspor peralatan serta layanan perkeretaapian senilai lebih dari 1 miliar poundsterling (Rp24,16 triliun) setiap tahunnya.

"Ini adalah salah satu faktor pembeda dalam kerja sama yang ditawarkan oleh Inggris, yang memberikan komitmen jangka panjang untuk menyediakan pembiayaan ekspor melalui cara-cara inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik (pasar) Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Kent menekankan bahwa Inggris telah berpartisipasi aktif dalam pengembangan jaringan transportasi modern di Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah perusahaan asal Inggris tercatat telah berkontribusi pada proyek Moda Raya Terpadu (MRT) pertama Indonesia di Jakarta.

Perusahaan-perusahaan tersebut juga memainkan peran krusial dalam memastikan kesiapan operasional sistem kereta perkotaan terbaru, yakni Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek.

"Ini merupakan kelanjutan dari dukungan jangka panjang melalui program-program Inggris, seperti Future Cities dan UK PACT (Partnering for Accelerated Climate Transitions)," tutur Kent.

Ia berharap forum perkeretaapian tersebut dapat memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Inggris terkait pembiayaan proyek maupun pengembangan kawasan berorientasi transit, mengingat kedua aspek tersebut sangat penting untuk mewujudkan sistem perkeretaapian perkotaan modern.

"Saya berharap diskusi hari ini dapat membantu mengidentifikasi peluang kolaborasi yang baru, sekaligus memperkuat hubungan dan mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek-proyek yang akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dan perekonomian Indonesia," imbuhnya.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |