Pemkab fungsikan pompa brigade pangan atasi sawah kering di Aceh Jaya

4 hours ago 2

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memfungsikan pompa-pompa kelompok brigade pangan setempat sebagai langkah mengantisipasi 386 hektare lebih lahan persawahan yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

"Setiap kecamatan ada brigade pangan dan setiap brigade pangan punya empat pompa portabel, itu nantinya diberikan untuk sawah yang mengalami kekeringan khususnya sawah sudah tanam," kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, di Aceh Jaya, Rabu.

Sebagai informasi, brigade pangan merupakan program resmi Kementan RI yang melibatkan petani milenial, penggunaan teknologi modern, serta pengelolaan lahan pertanian, bertujuan untuk mencapai swasembada pangan nasional.

Dailami mencatat, hingga saat ini sudah seluas 386 hektare lebih lahan persawahan masyarakat setempat mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang tersebar di empat kecamatan yakni Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah dan Sampoiniet.

"Untuk saat ini memang rata-rata sedang musim olah tanah, hanya satu titik yaitu Desa Sapek Kecamatan Setia Bakti yang sudah tanam dan mengalami kekeringan," ujarnya.

Baca juga: Kementan bantu 1.051 pompa air untuk petani Aceh

Baca juga: Pemkab Simeulue salurkan 71 pompa air bantu sawah kekeringan

Selain pemanfaatan pompa brigade pangan, kata Dailami, pemerintah juga memfungsikan pompa dari setiap kelompok tani di Aceh Jaya, dan ini dapat dipinjam pakaikan oleh petani lainnya jika daerah tersebut memiliki sumber air.

Kemudian, lanjut dia, tahun ini pemerintah Aceh Jaya juga mengalokasikan sumur bor atau irigasi perpompaan yang bersumber dari APBN di beberapa titik, tetapi masih dalam tahapan pengeboran.

"Kita berharap kepada seluruh petani agar lebih produktif dan proaktif serta kerja sama yang baik dengan dinas maupun dengan penyuluh dalam mengantisipasi kekeringan saat ini," katanya.

Tak hanya itu, tambah Dailami, pihaknya tahun ini juga membangun irigasi perpipaan (IRPIP), hingga pembangunan dam parit sawah.

"Kesemuanya merupakan langkah antisipasi yang sudah direncanakan dalam menghadapi kekeringan pada tahun ini," demikian Dailami.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Aceh telah memprakirakan hari tanpa hujan di Aceh masih terus berlanjut hingga 31 Juli 2026, dan puncak kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.

Baca juga: Kementan siapkan 56 ribu pompa air untuk mitigasi kekeringan nasional

Baca juga: Mentan siapkan 7.000 pompa air bantu petani Jateng atasi kekeringan

Baca juga: Hadapi El Nino, Mentan: Anggaran pompanisasi disiapkan Rp4 triliun

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |