Pemkab Nabire siapkan sentra sawah baru antisipasi alih fungsi lahan

4 hours ago 2
Lahan sawah yang ada sekarang semakin terdesak perkembangan permukiman sehingga kita harus menyiapkan sentra produksi baru

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menyiapkan kawasan persawahan baru sebagai langkah mengantisipasi berkurangnya lahan pertanian akibat perkembangan kawasan permukiman sejak Nabire menjadi ibu kota provinsi.

Bupati Nabire Mesak Magai di Nabire, Rabu mengatakan pemerintah mulai mengarahkan pengembangan sentra padi ke wilayah Distrik Topo, Lagari, dan Yaro yang dinilai masih memiliki potensi lahan cukup luas.

"Lahan sawah yang ada sekarang semakin terdesak perkembangan permukiman sehingga kita harus menyiapkan sentra produksi baru," katanya.

Ia menjelaskan, kawasan pertanian di Wanggar dan Nabire Barat secara bertahap mengalami perubahan fungsi lahan seiring meningkatnya pembangunan dan aktivitas ekonomi.

Karena itu, pemerintah daerah mulai melakukan identifikasi lahan potensial sekaligus menyiapkan dukungan infrastruktur pertanian, seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, dan fasilitas pendukung lainnya.

Menurut dia, perluasan kawasan sawah menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi beras lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia mengatakan pengembangan sentra baru juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani serta menjamin pasokan beras bagi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan pangan.

Pemkab Nabire menargetkan pembangunan kawasan pertanian baru dapat dilakukan secara bertahap melalui dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar produksi beras lokal terus meningkat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan sawah aktif di Kabupaten Nabire turun dari 2.094,20 hektare pada 2023 menjadi 1.431,79 hektare pada 2024, kemudian kembali menyusut menjadi 999,22 hektare pada 2025.

Penurunan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman hingga berkurangnya lahan yang dapat digarap akibat kerusakan jaringan irigasi dan keterbatasan tenaga kerja pertanian.

Di Distrik Nabire Barat, misalnya, luas panen padi pernah mencapai 975 hektare pada 2007, namun menyusut menjadi sekitar 326 hektare pada 2009 karena sebagian petani beralih menanam komoditas lain dan menjual lahannya.

Baca juga: Beras menembus isolasi dan kerawanan Papua

Baca juga: Bapanas pastikan harga beras SPHP dan Minyakita di Nabire sesuai HET

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |