Legislator minta BNPB petakan ancaman bencana akibat fenomena El Nino

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendorong pemerintah menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumpulkan data ancaman beserta potensi dampak yang akan menyertai fenomena El Nino yang beriringan dengan musim kemarau dalam tahun 2026.

“Data yang akurat akan memudahkan penyusunan rencana antisipasi secara lebih komprehensif. Juga akan memudahkan DPR melakukan pengawasan dan evaluasi,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman di Jakarta, Rabu

Ia mengatakan hal ini sebagai tindak lanjut langkah antisipatif yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto yang telah menginstruksikan jajarannya merancang langkah menghadapi musim kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino pada rapat terbatas, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada bulan Juli hingga September 2026. Puncak kemarau pada bulan Juli mencakup 83 zona musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia.

Sementara, pada bulan Agustus, puncak kemarau terjadi di 369 ZOM (48,84 persen luas daratan) dan 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) di bulan September.

Baca juga: Antisipasi dampak El Nino, Prabowo soroti suplai air dan karhutla

Baca juga: Menhut pastikan pencegahan karhutla antisipasi dampak El Nino

Ia menilai potensi masalah yang akan dihadapi di setiap daerah, akan berbeda satu sama lain sesuai karakteristik daerah masing-masing.

“Kemampuan BNPB mengorkestrasi pengumpulan data, akan menghasilkan langkah antisipasi secara lebih akurat, terukur dan tepat sasaran,”katanya.

Ia kemudian mencontohkan Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi langganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Nyaris setiap tahun Karhutla jadi peristiwa berulang di tujuh provinsi itu. Kementerian Kehutanan sebagai leading sector, tak boleh membiarkan kejadian ini seperti merayakan ulang tahun," kata dia.

Kementerian Kehutanan harus mampu merancang langkah antisipatif sehingga duka di tahun kemarin, kehilangan nyawa personel Manggala Agni termasuk TNI dan Polri yang menunaikan tugas negara memadamkan Karhutla,

“Ini jangan berulang lagi” kata pria yang juga menjabat Ketua Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR RI.

Alex mengatakan perangkat perlindungan diri petugas yang diterjunkan memadamkan Karhulta, hanya seadanya. Kemudian, lokasi Karhutla yang di tengah rimba belantara juga menjadi tantangan yang tidak sederhana.

"Sepantasnya, kita merancang rencana lebih komprehensif sehingga bisa menutup celah munculnya korban jiwa,” katanya.

Baca juga: Hadapi El Nino, Mentan andalkan pengalaman dan mitigasi dini

Baca juga: Kemenko PMK dorong penguatan kolaborasi hadapi dampak El Nino

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |