Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Utara tengah mengidentifikasi langkah pelestarian untuk Desa Adat Hiliamaetaniha di Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara dalam menjaga keberlangsungan rumah-rumah adat sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
"Melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Utara, kami akan melihat apa saja yang dapat kita lakukan bersama berbagai pihak. Yang terpenting, rumah-rumah adat ini tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin ekstrem," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.
Letak geografis desa yang berada di dataran tinggi menjadi tantangan tersendiri, terutama potensi longsor serta dampak cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keberlangsungan bangunan-bangunan tradisional tersebut.
Baca juga: Seabad "Rarud" Batur, merawat kecerdasan leluhur
Menbud menyampaikan bahwa keberadaan Desa Adat Hiliamaetaniha menunjukkan kuatnya peran masyarakat dalam menjaga identitas budaya.
Menurutnya, ketahanan budaya yang tumbuh dari masyarakat menjadi modal penting yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
"Desa ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Meskipun berada di kawasan perbukitan dengan berbagai tantangan, adat, budaya, dan tradisi di sini tetap hidup karena dijaga oleh masyarakat. Ini menjadi bagian dari kekuatan budaya yang harus terus kita rawat bersama," ujarnya pula.
Baca juga: Pemkab Kobar kembangkan tradisi adat Desa Sabuai jadi wisata budaya
Selain rumah adat, Fadli juga mengapresiasi keberhasilan masyarakat dalam menjaga berbagai tradisi yang masih hidup hingga saat ini, mulai dari tradisi lompat batu, tarian adat, hingga tradisi lisan yang terus diwariskan antargenerasi.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga bangunan bersejarah, tetapi juga memastikan nilai, pengetahuan, dan praktik budaya tetap berkelanjutan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Baca juga: Kemenpar ungkap lima daya tarik utama wisman berlibur ke Indonesia
Kementerian Kebudayaan terus mendorong pelestarian desa adat sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri bangsa melalui kebudayaan.
Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu memastikan warisan budaya Indonesia tetap lestari, adaptif terhadap berbagai tantangan, serta memberikan manfaat bagi generasi kini dan yang akan datang.
Baca juga: Panglipuran Festival fokus promosikan pariwisata regeneratif
Baca juga: Budaya Osing jadi penggerak ekonomi lewat Desa Sejahtera Astra Kemiren
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































