Kemensos bantu keluarga satpam yang meninggal di Waduk Jatiluhur

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga almarhum Sumarna, satpam yang ditemukan meninggal dunia di area Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7).

Petugas Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi telah mengunjungi rumah duka dan bertemu dengan istri almarhum, yaitu Siti Maryam serta kedua anaknya, dan melakukan asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan keluarga.

“Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka, berdialog dengan keluarga, namun seperti kita ketahui masih dalam suasana duka, sehingga belum bisa dilakukan asesmen secara mendalam,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Selain melakukan asesmen awal, pihaknya juga memberikan bantuan biaya pemakaman yang telah diserahkan langsung kepada keluarga almarhum.

Baca juga: Legislator minta mitigasi risiko dalam penyaluran bansos lewat Kopdes

Berdasarkan data yang dihimpun, almarhum Sumarna mempunyai dua anak yang masih bersekolah. Almarhum juga sudah bekerja sebagai satpam di Perum Jasa Tirta 2 selama kurang lebih 17 tahun dan menjadi tulang punggung keluarga.

Hasil penelusuran awal menggunakan aplikasi SIKS-NG, Siti Maryam tercatat berada pada desil 4 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kedua anaknya juga mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP) serta akan mendapatkan bantuan beasiswa sampai jenjang kuliah dari Perum Jasa Tirta 2.

Kemensos akan terus melakukan pendampingan kepada Maryam dan kedua anaknya, termasuk melakukan asesmen lanjutan secara lebih mendalam, dan melakukan intervensi sesuai hasil asesmen.

Ke depan, Kemensos juga akan memberikan dukungan pemberdayaan berupa bantuan kewirausahaan, agar Maryam mempunyai penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kedua anaknya.

Baca juga: Kemensos: Seluruh biaya rehabilitasi korban TPPO ditanggung negara

“Tentu kita terus lakukan pendampingan, dan jika diperlukan juga akan diberikan bantuan kewirausahaan sebagai bentuk pemberdayaan bagi keluarga,” kata Gus Ipul.

Sebelumnya, korban ditemukan di Waduk Jatiluhur masih mengenakan seragam dinas dengan kedua tangan terborgol ke belakang. Korban dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas piket malam.

Jasadnya ditemukan setelah rekan kerja bersama warga melakukan pencarian di sekitar area waduk.

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban, termasuk dugaan pembunuhan dan kemungkinan kaitannya dengan aksi vandalisme yang sempat ditegur korban sebelum menghilang.

Baca juga: Kemensos jajaki penyaluran bansos melalui KDMP

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |