Jakarta (ANTARA) - Jajaran TNI AL mengganti kendaraan operasional dengan mobil dan bus listrik dalam rangka efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Hal tersebut ditandai dengan peresmian 20 bus listrik untuk pegawai TNI di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.
"Dengan penggunaan mobil listrik ini, maka kita tidak akan ketergantungan lagi pada keterbatasan BBM yang saat ini mungkin Bapak-Ibu tahu semua, permasalahan BBM ini sangat langka karena adanya perang di kawasan Timur Tengah," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap.
Ali mengatakan bus listrik tersebut akan beroperasi untuk mengantar pegawai Mabes AL yang bertempat tinggal jauh dari Mabes AL Cilangkap.
Bus tersebut hanya akan beroperasi selama dua kali dalam sehari yakni saat penjemputan prajurit dan saat mengantar pegawai pulang.
Tidak hanya itu, TNI AL juga telah mengubah kendaraan dinas untuk para pejabat eselon menjadi kendaraan listrik.
"Tidak hanya bus, tapi juga mobil-mobil dinas para pejabat utama maupun pejabat eselon II dan eselon III dari anggota TNI Angkatan Laut," kata Ali.
Ali memastikan, jumlah kendaraan listrik untuk operasional prajurit kemungkinan akan bertambah sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya upaya ini, Ali berharap penggunaan BBM di lingkungan TNI AL bisa semakin efisien.
Baca juga: Prabowo harap Indonesia produksi massal sedan listrik pada 2028
Baca juga: Efisiensi BBM, TNI AL gunakan drone dan KSOT untuk patroli laut
Baca juga: TNI AL gunakan bahan bakar jenis B50 dalam rangka efisiensi BBM
Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































