Nelayan nilai pemberantasan ikan sapu-sapu di Ciliwung tidak mudah

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Nelayan di Sungai Ciliwung kawasan Kalibata, Jakarta Selatan menilai upaya pemberantasan ikan sapu-sapu tidak mudah dilakukan secara tuntas karena kemampuan berkembang biak yang tinggi.

"Memang bagus dibersihkan karena hama, tapi enggak bakal bisa habis. Yang sudah biasa cari saja enggak bisa bersihin semuanya," kata nelayan ikan sapu-sapu, Ajum (39) saat ditemui di bantaran Ciliwung, Jakarta, Kamis.

Ajum mengatakan populasi ikan tersebut sulit dikendalikan meskipun dilakukan penangkapan secara rutin.

Ia menjelaskan ikan sapu-sapu memiliki kemampuan berkembang biak yang cepat. Dalam sekali bertelur, satu induk dapat menghasilkan hingga ratusan bahkan ribuan anak.

“Kembang biaknya cepat, satu ekor bisa sampai ribuan kalau menetas,” ucapnya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat populasi ikan sapu-sapu tetap bertahan meski terus ditangkap dalam jumlah besar oleh nelayan.

Ajum mengibaratkan upaya pemberantasan ikan sapu-sapu seperti pengendalian nyamuk yang tidak pernah benar-benar hilang. "Seperti nyamuk, dibasmi tetap ada lagi," katanya.

Meski demikian, ia menilai upaya pembersihan sungai tetap penting dilakukan, terutama untuk menjaga kualitas lingkungan perairan.

Ia juga menambahkan bahwa ikan sapu-sapu yang tidak diambil dapat berdampak pada kondisi sungai karena bangkainya dapat mencemari air.

Selain itu, ikan sapu-sapu telah menjadi sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat, sehingga keberadaannya memiliki sisi ekonomi di tengah statusnya sebagai hama.

“Yang penting jaga lingkungan tetap bersih, tapi ikan ini juga ada manfaat ekonominya,” kata dia.

Dari segi ekonomi, ikan sapu-sapu hasil tangkapan nelayan umumnya dijual ke pengepul dan diolah menjadi berbagai produk makanan seperti cilok, nugget, otak-otak, dan kerupuk.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pembersihan sungai dan saluran air serta ikan sapu-sapu di ibu kota pada Jumat (17/4).

Ikan tersebut dinilai dapat menghancurkan tanggul-tanggul dan juga memakan ikan-ikan lain beserta telurnya, sehingga perlu dibersihkan.

Kegiatan bersih-bersih itu sekaligus bertujuan memperbaiki saluran air, mengeruk lumpur dan lain sebagainya sebagai persiapan menghadapi musim hujan yang diprakirakan berlangsung pada September 2026.

Baca juga: Pemkot bersihkan Kali Penghubung Kelapa Gading dari ikan sapu-sapu

Baca juga: Pemkot Jaksel gelar operasi tangkap ikan sapu-sapu di Phb Setu Babakan

Baca juga: DKI kemarin, pelantikan pejabat hingga upaya penanganan limbah kerang

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |