Mendag: Alternatif impor plastik disiapkan jaga stabilitas harga

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pemerintah tengah mencari berbagai alternatif negara pemasok bahan baku plastik guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri di tengah tekanan rantai pasok global.

Budi menjelaskan, selama ini bahan baku utama biji plastik berupa nafta banyak dipasok dari kawasan Timur Tengah. Namun, kondisi global membuat pengapalan menjadi lebih panjang dan kompetisi antarnegara untuk memperoleh bahan tersebut semakin ketat.

"Jadi memang plastik itu, bahan bakunya untuk biji plastik itu kan selama ini, nafta itu dari Timur Tengah. Sekarang kita sudah dapat alternatif dari Afrika, India, dan Amerika," ujar Budi kepada ANTARA di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Kamis.

Menurutnya, gangguan logistik global menyebabkan distribusi bahan baku menjadi lebih lambat. Di saat yang sama, banyak negara juga berebut pasokan nafta sehingga mempengaruhi ketersediaan bahan baku plastik dunia.

Baca juga: Dirut Bulog pastikan harga beras tak naik meski biji plastik langka

Selain itu, ia menyebut sejumlah negara produsen plastik kini lebih memprioritaskan kebutuhan domestik. Banyak perusahaan besar di Taiwan, Thailand, hingga Korea Selatan mengutamakan pasar dalam negeri sehingga suplai ekspor global ikut berkurang.

Pemerintah saat ini memprioritaskan stabilisasi harga plastik melalui penguatan pasokan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berkoordinasi dengan pelaku industri serta perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk membuka akses ke pemasok bahan baku plastik yang baru.

Budi juga menyebut kenaikan harga plastik belum mempengaruhi harga komoditas di pasar secara signifikan.

Baca juga: Menperin upayakan gangguan suplai plastik tak bebani IKM

"Kita fokus bagaimana plastik itu menjadi murah. Kan kuncinya kalau plastik murah yang lain juga murah. Tapi secara umum sebenarnya belum ada peningkatan yang signifikan ya," jelasnya.

Budi menambahkan, pemerintah membuka komunikasi dengan seluruh negara yang memiliki potensi memasok bahan baku plastik agar pelaku industri nasional memiliki lebih banyak pilihan sumber impor dan tidak bergantung pada satu kawasan tertentu.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |