Jakarta (ANTARA) - TNI Angkatan Darat (AD) mengirimkan tambahan unit alat berat untuk ditugaskan di lokasi bencana di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Kendaraan alat berat itu dikirim untuk mempercepat proses pembersihan lumpur di jalanan, sekolah dan rumah yang mengendap akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Pengiriman alat berat itu dipantau langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Menko Polkam Djamari Chaniago di Dermaga Satuan Angkutan Perairan (Satangair) TNI AD di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa.
"Kami akan berkomitmen terus berlanjut untuk membantu penanggulangan bencana ini untuk mendukung tugas pemerintah," kata Maruli saat jumpa pers di lokasi.
Berdasarkan data yang diterima ANTARA, tercatat ada 18 unit escavator, 3 unit escavator long arm, 7 unit bulldozer yang dikirim dengan kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI).
Selain itu, kapal milik TNI AD itu juga mengangkut 20 mobil penjernih air atau water treatment untuk disalurkan ke lokasi bencana.
Mobil tersebut, lanjut Maruli, berfungsi untuk mengubah air kotor menjadi air bersih sehingga para pengungsi bisa menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Maruli melanjutkan, kapal tersebut nantinya akan bergerak ke wilayah Kodam Iskandar Muda di Aceh, Kodam Bukit Barisan di Sumatera Utara dan Kodam Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat.
Dari kodam tersebut, alat berat akan didistribusikan ke lokasi bencana yang telah ditentukan.
Maruli mengatakan, pengiriman bantuan ini akan terus berlanjut guna mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.
Dengan adanya bantuan ini, Maruli berharap proses pemulihan infrastruktur yang rusak di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat bisa berjalan maksimal.
Baca juga: TNI AD bersihkan sekolah yang terkena banjir bandang di Aceh Tamiang
Baca juga: TNI kerahkan 100 orang percepat pembangunan huntara di Agam
Baca juga: Prajurit jalan kaki tiga hari pikul genset ke lokasi bencana di Aceh
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































