Bandung (ANTARA) - Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Kementerian Agama menegaskan sertifikasi halal kini telah bertransformasi menjadi jaminan mutu produk dan gaya hidup modern yang diakui secara internasional, melampaui batas sentimen keagamaan semata.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad R Widya Setiabudi Sumadinata menyatakan bahwa isu halal saat ini menyangkut aspek kesehatan, kesejahteraan, dan tata kelola kehidupan masyarakat yang lebih luas, baik di negara Muslim maupun non-Muslim.
"Saat ini halal bukan hanya sekadar soal label saja, tetapi tentang proses dan jaminan mutu suatu produk hingga sampai ke tangan masyarakat. Ketika prosesnya dijalankan dengan benar, maka hasilnya pun akan membawa kebaikan," ujarnya dalam keterangan di Bandung, Rabu.
Baca juga: BPJPH: Tahun 2026 momentum akselerasi industri halal nasional
Menurut Widya, tantangan Indonesia saat ini adalah memperkuat akselerasi sertifikasi halal di tengah tren konsumsi global yang terus meningkat. Prinsip halalan thayyiban (halal dan baik) dinilai sejalan dengan upaya menjaga kualitas hidup fisik maupun sosial manusia.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menekankan pentingnya penguatan literasi halal sejak dini, terutama bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam rasa aman semu karena tinggal di lingkungan mayoritas Muslim.
"Indonesia telah memiliki payung hukum regulasi jaminan produk halal yang memberikan kepastian konsumsi makanan, obat-obatan, hingga kosmetik. Kini halal telah berkembang menjadi bagian dari industri dan gaya hidup global," katanya.
Abu Rokhmad menambahkan tingginya minat pelaku usaha internasional untuk menembus pasar Indonesia melalui sertifikasi halal membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat dalam ekosistem industri halal yang bersifat multidisipliner.
Baca juga: Kemenag gelar Halal Goes to Campus perkuat literasi halal anak muda
Baca juga: BPJPH dorong kesiapan dunia usaha menjelang Wajib Halal 2026
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































