Jago Syariah: 40 ribu nasabah manfaatkan fitur kantong haji-umrah

2 hours ago 1
Data internal kami menunjukkan ada tren kenaikan yang terkait dengan kegiatan ibadah, terutama mempersiapkan ibadah haji atau umrah

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Jago Tbk (ARTO) melalui Unit Usaha Syariah (Jago Syariah) mencatat bahwa hingga saat ini sebanyak lebih dari 40 ribu nasabah telah memulai perencanaan ibadah ke Tanah Suci melalui pemanfaatan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah.

“Data internal kami menunjukkan adanya tren kenaikan yang terkait dengan kegiatan ibadah (perencanaan keuangan/transaksi untuk ibadah), terutama mempersiapkan ibadah haji atau umrah,” kata Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah baru diluncurkan pada Oktober 2025. Fitur ini berupa template khusus untuk tabungan haji dan umrah yang memungkinkan nasabah memisahkan serta mengalokasikan dana sesuai tujuan keuangan secara lebih terstruktur.

Meski baru diperkenalkan beberapa bulan lalu, animo nasabah terhadap fitur tersebut terbilang tinggi. Sejak diluncurkan hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 16.000 nasabah telah membuat Kantong Haji dan 20.000 nasabah membuka Kantong Umrah.

Waasi juga menyebutkan bahwa selama dua pekan pertama Ramadan ini, terdapat sekitar 142.000 nasabah yang tercatat lebih aktif menggunakan berbagai fitur kantong untuk kebutuhan religius. Dalam periode tersebut, Kantong Haji dan Umrah menempati urutan keempat dari sisi penggunaan.

Adapun urutan pertama ditempati oleh kantong perencanaan dana kurban, disusul kebutuhan Ramadan dan THR di posisi kedua, serta zakat, sedekah, dan infak di posisi ketiga.

Waasi menyampaikan bahwa peringkat tersebut bersifat situasional karena pengambilan data dilakukan pada momentum Ramadhan, sehingga komposisinya berpotensi berubah pada periode berbeda.

Meski begitu, ujar dia, kondisi ini menunjukkan bahwa nasabah Jago Syariah semakin terencana dalam mengelola keuangan.

Mereka tidak hanya mempersiapkan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mulai merencanakan kebutuhan jangka panjang secara lebih sistematis.

Menariknya, imbuh Waasi, sekitar 5 persen dari kantong yang digunakan untuk kebutuhan religius tersebut merupakan kantong bersama.

Fitur ini memungkinkan lebih dari satu pengguna mengelola dana dalam satu kantong yang sama, misalnya untuk merencanakan ibadah umrah secara kolektif.

Pada periode Ramadhan yang telah berjalan sekitar dua pekan, Jago Syariah juga mencatat bahwa transaksi sedekah dan amal meningkat hingga 250 persen.

Lebih dari 68 persen nasabah menunaikan zakat dan sedekah pada waktu subuh hingga dhuha, dan 53 persen dari transaksi sedekah ditujukan untuk memuliakan anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal.

Secara keseluruhan, hingga Desember 2025, total pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |