Kapal selam AS tenggelamkan kapal tempur Iran di Samudera Hindia

2 hours ago 1

Washington/New Delhi (ANTARA) - Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth pada Rabu mengonfirmasi bahwa kapal selam AS telah menenggelamkan satu kapal perang Iran di Samudera Hindia.

"Kemarin di Samudera Hindia ... kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran yang merasa dirinya aman saat berada di perairan internasional," kata Hegseth dalam sebuah konferensi pers terkait operasi militer terhadap Iran.

Ia melanjutkan, "faktanya, tadi malam, kami juga telah menembak kapal mereka yang paling berharga, yaitu kapal perang Soleimani."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath pada Rabu memastikan angkatan laut dan angkatan udara Sri Lanka telah membantu mengevakuasi awak dari kapal Iran yang tenggelam di Samudera Hindia itu, dengan sejumlah 30 korban dievakuasi ke rumah sakit di Sri Lanka.

"Kami meluncurkan bantuan pukul 6 pagi dengan mengirimkan kapal AL pertama, dan pada pukul 7 pagi kami telah mengirimkan kapal AL kedua," kata Menlu Herath, sembari memastikan satuan AL dan AU Sri Lanka bahu-membahu dalam operasi penyelamatan.

Menurut Reuters, mengutip sumber di kementerian pertahanan Sri Lanka, sekurangnya 78 orang terluka dan 101 lainnya hilang setelah sebuah kapal tempur Iran diserang sebuah kapal selam di lepas pantai Sri Lanka.

Herath mengatakan bahwa sinyal darurat diterima pukul 5:08 pagi waktu setempat oleh pihak Sri Lanka yang mengindikasikan kapal AL Iran yang bernama IRIS Dena tersebut tenggelam di luar batas perairan Sri Lanka di Samudera Hindia.

Sejumlah 180 kru ada di atas kapal tempur yang ditembak kapal selam AS itu, dan 30 kru di antaranya dalam kondisi kritis, kata Menlu Sri Lanka.

Ia menjelaskan bahwa menurut Konvensi Internasional Pencarian dan Penyelamatan Maritim (Konvensi SAR) 1979 yang diratifikasi Sri Lanka, negaranya berkewajiban memberi bantuan bagi kapal yang menghadapi situasi darurat.

Sri Lanka harus merespons kedaruratan maritim terlepas dari asal kebangsaan, sebab, dan lokasi peristiwa meski di luar perairan teritorialnya, ucap dia.

Sementara itu, juru bicara AL Sri Lanka Buddhika Sampath memastikan operasi SAR masih berjalan.

"Kami menemukan para korban mengapung di laut dan menyelamatkan mereka. Kemudian, setelah menanyakan korban, kami mengetahui bahwa mereka berasal dari kapal Iran," kata Sampath dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana dikutip Newswire.

"Kami segera mengevakuasi mereka ke RS Pendidikan Karapitiya, di mana mereka menerima pertolongan medis," ucap dia, menambahkan.

Ia mengatakan bahwa ketika personel AL Sri Lanka tiba di lokasi kejadian usai merespons sinyal darurat, kapal Iran yang dimaksud tak diketahui keberadaannya, dan yang terlihat hanyalah sisa tumpahan minyak.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Korban tewas serangan AS di Iran capai 1.045 orang

Baca juga: Trump tak peduli jika timnas Iran main di Piala Dunia 2026

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |