Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah menyatakan pengiriman beras Nusantara sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi merupakan bagian dari penguatan ekosistem logistik haji berbasis produk pangan nasional.
“Ini menjadi pecah telur setelah bertahun-tahun penantian agar beras Indonesia dapat digunakan untuk konsumsi jamaah haji di Arab Saudi,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj Jaenal Effendi di Jakarta, Rabu.
Ekspor beras dilakukan oleh Perum Bulog sebagai pelaksana teknis. Volume ekspor disesuaikan dengan jumlah jamaah haji Indonesia tahun ini yang mencapai sekitar 205.420 orang mencakup calon haji reguler dan petugas.
Baca juga: BPOM pastikan mutu dan keamanan ekspor Beras Haji Nusantara ke Saudi
Jaenal menilai ekspor ini sebagai langkah strategis dalam memastikan ketersediaan konsumsi jamaah haji berbasis produk dalam negeri, sekaligus sebagai sarana promosi beras Indonesia di pasar internasional.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melaporkan beras yang diekspor merupakan beras baru hasil panen dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang diproses langsung tanpa melalui stok gudang lama.
Proses pengolahan dilakukan di empat fasilitas, yakni pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta pabrik Bulog di Karawang dan Subang.
“Beras yang dikirim memiliki kualitas super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Ini merupakan kualitas tertinggi yang pernah diproduksi Bulog,” ujarnya.
Baca juga: Pemerintah bidik pasar ritel Arab Saudi usai ekspor beras haji
Sebelumnya, Pemerintah melalui Perum Bulog resmi mengekspor 2.280 ton beras untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, sebagai bukti peningkatan kapasitas swasembada pangan nasional yang mampu memasok kebutuhan di luar negeri.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog dan para petani di seluruh Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras mewujudkan capaian tersebut
“Berkat kerja keras seluruh pihak, Indonesia bukan hanya mampu mencapai swasembada beras pada 2025, tetapi hari ini juga siap mengekspor beras CBP kualitas premium untuk melayani kebutuhan jamaah haji Indonesia,” kata Amran.
Pemerintah Indonesia menegaskan keberhasilan mewujudkan swasembada pangan kini memasuki babak baru dan naik kelas. Tidak hanya mampu menjaga ketersediaan dan stabilitas beras nasional, Indonesia melalui Bulog melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji Indonesia tahun 2026.
Baca juga: Pemerintah ekspor 2.280 ton beras untuk jamaah haji RI di Arab Saudi
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































