Titik api kembali muncul di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

2 hours ago 5
Lokasinya di Jalan Maling ke arah Erpah. Saat ini masih dalam proses penanganan, baik asap ataupun titik api

Kuningan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bersama tim gabungan menangani titik api dan kepulan asap yang kembali muncul di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada Jumat.

Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan penanganan dilakukan di Blok Jalan Maling arah Erpah, wilayah Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan, yang berdekatan dengan area kebakaran pada Senin (7/9).

"Lokasinya di Jalan Maling ke arah Erpah. Saat ini masih dalam proses penanganan, baik asap ataupun titik api," kata Indra di Kuningan, Jumat.

Ia menyebutkan kebakaran kembali terpantau sekitar pukul 14.30 WIB setelah tim melakukan pemantauan terhadap kawasan yang sebelumnya terbakar.

Indra mengatakan munculnya kembali titik api diperkirakan berkaitan dengan sisa kebakaran sebelumnya, yang belum sepenuhnya padam dan kemudian menyambar lahan kering di sekitar lokasi.

Baca juga: BPBD Kuningan fokus pendinginan usai karhutla di Gunung Ciremai padam

Tim gabungan saat ini melakukan pemadaman secara estafet dengan melibatkan BPBD Kuningan, TNI, Polri, TNGC, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Mitra TNGC.

Untuk mendukung pemadaman, tim BPBD bersama unsur lainnya memasang tandon air sebagai tempat penampungan sekaligus suplai air menuju titik yang masih mengeluarkan asap atau api.

"Melalui percobaan untuk disemprot dengan estafet memasang tandon air, tim BPBD, tim TNI Polri dari TNGC," ujar Indra.

Ia mengatakan luas area yang kembali terbakar tersebut masih dalam pendataan karena tim di lapangan memprioritaskan penanganan titik api dan kepulan asap.

Indra mengatakan pemantauan menjadi bagian penting setelah proses pemadaman, guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala di kawasan tersebut.

Baca juga: TNGC tutup sementara pendakian di Gunung Ciremai cegah karhutla

Pemantauan dilakukan menggunakan drone serta pemeriksaan secara manual dengan mendatangi langsung titik yang terindikasi masih mengeluarkan kepulan asap.

"Mungkin pasca yang kemarin karena kan tidak bisa, makanya perlunya pemantauan, baik areal ataupun drone, termasuk juga manual konvensional langsung ke titik yang diindikasikan masih ada kepulan asap," katanya.

Indra menambahkan tim TNGC bersama unsur gabungan kembali menemukan indikasi kepulan asap saat melakukan pemantauan sehingga lokasi tersebut langsung menjadi sasaran penanganan.

"Jadi TNGC beserta tim juga pemantauan tadi, mungkin terpantau ada titik kepulan asap yang perlu untuk penanganan," ujarnya.

Baca juga: TNGC tegaskan larangan pendaki memasuki kawasan kawah Gunung Ciremai

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |