Timika (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menyatakan para tenaga kesehatan (nakes) mengalami trauma setelah kejadian kontak tembak di Distrik/Kecamatan Jila yang membuat mereka dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara dari wilayah itu.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika Godfried Maturbongs di Timika, Jumat mengatakan pascakejadian, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut dihentikan sementara karena alasan keamanan dan keselamatan kerja para tenaga kesehatan.
"Saya sudah berkomunikasi dengan beberapa nakes mereka mau kembali tetapi mereka masih trauma dengan peristiwa itu, Sekarang proses untuk menghilangkan trauma itu juga butuh waktu," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa salah satu tenaga kesehatan yang dievakuasi dari wilayah tersebut mengalami trauma berat karena peristiwa tersebut telah dialami beberapa kali selama tenaga kesehatan tersebut menjalankan tugas pelayanan kesehatan di wilayah itu.
"Hasil dari dokter spesialis jiwa yang biasanya kami berkontrak untuk datang ke Timika, memang hasil pemeriksaannya Nakes ini tidak boleh lagi bertugas di sana. Dia (Nakes) ini mendengar benda jatuh saja dia langsung kaget karena trauma dengan bunyi-bunyi tembakan sehingga ketika dia dengar bunyi benda jatuh secara spontan/refleks dia berlari menghindari itu," ujarnya.
Ia mengatakan dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Mimika terkait masalah pelayanan kesehatan di wilayah itu namun jamin keamanan dan keselamatan harus menjadi utama ketika para nakes kembali menjalankan tugas pelayanan di wilayah itu.
"Tugas dan tanggung jawab saya adalah menghadirkan tenaga kesehatan di sana namun pada satu sisi itu tenaga kesehatan juga mereka membutuhkan jaminan keamanan. Mereka mau bekerja tetapi apakah ada jaminan keamanan dan jaminan keselamatan di tempat tugas," ujarnya.
Ia mengatakan sejak seluruh tenaga kesehatan tersebut dievakuasi di Distrik Jila pada 18 Agustus 2026, pelayanan kesehatan untuk masyarakat di wilayah tersebut dihentikan.
Saat ini Dinas Kesehatan Mimika terus berkoordinasi dengan pimpinan daerah agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah itu tetap dijalankan dengan tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan para tenaga kesehatan saat menjalankan tugas.
Peristiwa kontak tembak antara kelompok bersenjata dengan aparat keamanan di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026 membuat Pemerintah Mimika melakukan evakuasi tenaga medis, guru dan aparatur sipil negara dari wilayah itu karena alasan keamanan dan keselamatan kerja.
Baca juga: Polres Mimika kirim personel lakukan olah TKP di Distrik Jila
Baca juga: Pemkab Mimika : Nakes dan guru sudah dievakuasi dari Distrik Jila
Baca juga: Polres Mimika benarkan sembilan perempuan disandera di Jila
Pewarta: Marselinus Nara
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































