Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan perbaikan jalan alternatif Langkat-Berastagi di titik longsor Pamah Semelir, Kabupaten Langkat, segera dilakukan.
"Mulai dikerjakan itu Oktober 2026. Perbaikan ini karena longsor telah mengganggu jalur alternatif menghubungkan Langkat-Berastagi," kata Bobby seusai meninjau lokasi longsor di Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat.
Bobby mengatakan longsor tersebut menyebabkan jalan alternatif Langkat-Berastagi hingga kini hanya dapat dilalui satu kendaraan secara bergantian.
Peninjauan lokasi dilakukan Bobby bersama Pelaksana Tugas Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti dan masyarakat setempat.
Ia menjelaskan titik longsor menyebabkan sebagian badan jalan ambles sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Selain itu, pipa distribusi air bersih menuju rumah warga juga terputus.
Baca juga: PU pastikan jalan nasional di Langkat kembali normal pascabanjir
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan langkah sementara hingga perbaikan pipa dan jalan dilakukan.
"Nanti kita kirim air untuk masyarakat," kata Bobby setelah mendengarkan keluhan warga.
Ia mengatakan perbaikan jalan dilakukan karena kondisinya mendesak. Pemprov Sumatera Utara segera merealisasikan penanganan tersebut sambil menyiapkan akses sementara.
"Sambil menunggu perbaikan permanen dimulai, Pemprov Sumut bersama Pemkab Langkat akan membangun akses sementara agar masyarakat tetap menggunakan jalan tersebut," ujarnya.
Baca juga: Jalan menuju kawasan wisata Bukit Lawang Langkat longsor
Pelaksana Tugas Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti mengatakan pemerintah kabupaten akan terlebih dahulu memperbaiki pipa saluran air bersih yang terputus akibat longsor.
"Kami akan memperbaiki dulu pipa yang terputus, agar masyarakat dapat air bersih," kata Tiorita.
Sementara itu, warga Desa Telaga, Kecamatan Sungai Bingei, Kabupaten Langkat, Ade Sembiring mengatakan masyarakat telah tiga pekan tidak mendapatkan pasokan air bersih akibat kerusakan jalan dan pipa tersebut.
Menurut Ade, terputusnya akses jalan alternatif juga menghambat distribusi barang serta aktivitas masyarakat dari Kabupaten Karo ke Langkat dan sebaliknya.
"Harapan kami kepada Bapak Gubernur agar jalan ini segera diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat lancar. Begitu juga dengan ketersediaan air bersih yang terputus," ujar Ade Sembiring.
Baca juga: Biaya perbaikan jalan Langkat Sumut Rp2,2 miliar
Baca juga: Jalan alternatif Karo-Langkat segera bisa digunakan
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































