Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memilih 10 lukisan karya anak-anak terdampak bencana di Aceh Tamiang untuk dibawa ke Jakarta dan dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.
"Saya ditugaskan oleh Presiden untuk memilih 10 karya terinspiratif dari anak-anak untuk dibawa ke Jakarta," kata Teuku Riefky Harsya di Aceh Tamiang, Jumat.
Lukisan tersebut dipilih saat Riefky menghadiri kegiatan "Unjuk Karya Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-anak sekaligus Ekraf Peduli Masak Bersama Master" di Aceh Tamiang.
Karya bertema bencana itu akan dipamerkan dan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, seperti cetakan seni dan cendera mata, sehingga semangat bangkit dari Aceh Tamiang dapat dikenal masyarakat Indonesia.
Riefky mengapresiasi karya seni yang menggunakan pigmen alami dari lumpur dan debu sisa bencana banjir bandang.
Baca juga: Kemenekraf hadirkan program pemulihan kreatif untuk anak Aceh Tamiang
Menurut dia, lukisan tersebut menyampaikan pesan bahwa anak-anak Aceh Tamiang mampu mengubah pengalaman traumatis akibat bencana menjadi karya seni.
Salah satu lukisan berbahan pigmen lumpur menggambarkan suasana bencana banjir dan pohon tumbang. Lukisan itu menampilkan warga desa bergotong royong mengevakuasi pohon yang tumbang dan menimpa rumah warga.
Gambaran tersebut juga menunjukkan perubahan hubungan sosial warga yang sebelumnya tidak saling bertegur sapa, tetapi kemudian bekerja sama saat menghadapi bencana.
Menekraf hadir di Aceh Tamiang dengan membawa semangat "Pulih Bersama, Bangkit Berdaya" sebagai bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera atas instruksi Presiden Prabowo Subianto.
"Program ini menargetkan 103 kegiatan yang menjangkau 5.788 penerima manfaat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat," ujar Riefky.
Baca juga: Dosen Unsam hadirkan sudut baca untuk anak penyintas bencana
Hingga saat ini, sebanyak 30 kegiatan telah terlaksana dengan melibatkan 2.216 peserta. Sementara itu, 73 kegiatan lainnya dengan sasaran 3.572 peserta akan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir 2026.
Khusus di Aceh Tamiang, kegiatan melukis dan permainan papan diikuti siswa dari delapan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
"Selain itu, terdapat pelatihan peningkatan kapasitas bagi 500 pegiat ekonomi kreatif yang mencakup subsektor kuliner, konten digital, hingga sertifikasi barista," kata Riefky.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengapresiasi kehadiran Menekraf dan jajarannya karena dinilai memberikan motivasi bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di tengah pemulihan pascabencana.
Armia mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pelaku usaha, dan komunitas lokal.
"Pemulihan pascabencana yang sejati bukan sekadar membangun kembali fisik bangunan yang rusak, melainkan juga menghidupkan kembali harapan, kreativitas, dan sumber penghidupan masyarakat kita," demikian Armia Pahmi.
Baca juga: Mahasiswa sediakan pojok literasi jaga pendidikan anak Aceh Tamiang
Baca juga: Terapi seni dapat bantu anak korban bencana ekspresikan trauma
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































