Banjarbaru (ANTARA) - Operasi Satgas Udara dari helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga kini telah berhasil menangani pemadaman seluas 667,50 hektare lahan terbakar di Kalimantan Selatan (Kalsel).
"Luas yang tertangani ini dari total lahan terdampak karhutla 1.691,50 hektare," kata Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra di Banjarbaru, Jumat.
Dia mengatakan dari luasan lahan terbakar dan yang tertangani oleh Satgas Udara itu menunjukkan 60,54 persen belum tertangani dan hanya 39,46 persen berhasil dipadamkan lewat pengeboman air.
Ronny mengungkapkan saat ini dukungan operasi udara ada empat unit helikopter water bombing yang melakukan pemadaman dengan skala prioritas dan sulit dijangkau Satgas Darat.
Seperti di kawasan ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru yang cukup banyak bermunculan titik api.
Di lokasi ini setiap harinya helikopter water bombing dioperasikan bersama-sama petugas di darat melakukan pemadaman.
"Tentu area sekitar bandara jadi prioritas agar kabut asap akibat karhutla tidak mengganggu penerbangan," jelasnya.
Patroli udara juga dilakukan oleh satu unit helikopter Bell 206 dan satu unit pesawat Cessna Caravan C208.
"Pesawat Cessna ini juga disiagakan untuk operasi modifikasi cuaca dan dalam satu pekan ke depan prediksi BMKG ada banyak pertumbuhan bibit-bibit awan hujan," tambahnya.
Baca juga: Wapres: Perkuat edukasi penggunaan masker cegah dampak asap karhutla
Baca juga: Wapres pastikan penanganan karhutla optimal di 3 provinsi Kalimantan
Baca juga: Polisi tetapkan tujuh tersangka pembakar lahan di Kalsel
Pewarta: Firman
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































