Jakarta (ANTARA) - Sekuel animasi "The Super Mario Galaxy Movie" hingga kini telah membukukan sekitar 308 juta dolar AS atau sekitar Rp5,2 triliun (pendapatan kotor) di Amerika Serikat dan 629 juta dolar AS atau Rp10,7 triliun secara global.
Diwartakan Variety, Minggu (12/4) waktu setempat, film adaptasi gim video populer itu tercatat mengumpulkan 69 juta dolar AS atau Rp1,1 triliun dari 4.289 bioskop di Amerika Utara pada akhir pekan kedua penayangan.
Meski demikian, penjualan tiket tersebut menurun sebesar 48 persen dibandingkan saat debut perdana penayangan.
Setelah 12 hari penayangan, sekuel ini juga telah melampaui "Project Hail Mary" sebagai film terlaris tahun ini.
Baca juga: Nintendo luncurkan paket konsol Switch 2 Mario Galaxy edisi terbatas
Film " The Super Mario GalaxyMovie" adalah kelanjutan dari "Super Mario Bros." yang meraup lebih dari 1,3 miliar dolar AS di seluruh dunia.
Sebelumnya, seri "Super Mario Bros" pertama menceritakan kisah asal-usul Mario (Chris Pratt) dan adiknya Luigi (Charlie Day), yang awalnya bekerja sebagai tukang ledeng di Brooklyn sebelum akhirnya dibawa ke Kerajaan Jamur melalui pipa misterius.
Sementara "The Super Mario Galaxy Movie" diproduksi oleh Chris Meledandri dari Illumination dan Shigeru Miyamoto dari Nintendo. Sutradara Horvath dan Jelenic beserta tim animator mereka telah mulai mengerjakan storyboard adegan dan mengembangkan desain set untuk lingkungan baru.
Film ini mengisahkan Mario, Luigi, dan Peach melakukan penjelajahan luar angkasa guna menyelamatkan Princess Rosalina yang diculik oleh Bowser Jr, kemudian diwarnai pertempuran antarplanet untuk melindungi galaksi.
Baca juga: Jack Black janjikan gamers bisa nikmati "The Super Mario Galaxy Movie"
Baca juga: Film “The Super Mario Galaxy Movie” direncanakan rilis April 2026
Baca juga: Sekuel "The Super Mario Bros. Movie" bakal ditayangkan 2026
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































