Sekjen PDIP: Perubahan besar berawal dari ide anak muda

1 day ago 4

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menguraikan pesan penting mengenai kekuatan ide, gagasan, dan imajinasi generasi muda dalam meretas jalan sejarah perjuangan bangsa.

Hasto menegaskan bahwa pemuda adalah simbol dari "api" yang menggambarkan kekuatan cita-cita, mimpi, dan harapan masa depan.

"Di Sekolah Partai ini, seluruh ide dan gagasan, suatu imajinasi tentang masa depan itu dibuka seluas-luasnya dengan mengambil spirit dari para tokoh pejuang bangsa kita, mulai dari Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, hingga Tan Malaka," kata Hasto saat meresmikan gerakan dan wadah intelektual muda progresif bernama Public Pulse 28 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa.

Dalam menyongsong peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda, Hasto merelevansikan ikrar historis tahun 1928 tersebut dengan "Sumpah Rakyat" yang lahir secara organik dari rahim perjuangan melawan otoritarianisme saat tragedi Kudatuli pada 27 Juli 1996 silam.

Hasto menjelaskan bahwa gerakan massa rakyat saat Kudatuli berhasil memformulasikan kembali poin-poin ikrar Sumpah Pemuda menjadi sebuah pemantik perlawanan terhadap penindasan hak-hak demokrasi.

"Pada tanggal 27 Juli 1996 ketika terjadi serangan Kudatuli, maka 'Kami, pemuda Indonesia' itu direlevansikan menjadi 'Kami, rakyat Indonesia'. 'Bertanah air satu, tanah air Indonesia' direlevansikan menjadi 'bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan'. 'Kami, rakyat Indonesia berbangsa satu, bangsa Indonesia' direlevansikan menjadi 'bangsa yang gandrung terhadap keadilan'. Dan 'Kami, rakyat Indonesia berbahasa satu' direlevansikan menjadi 'bahasa kebenaran'," ujarnya.

Hasto juga mengajak hadirin untuk merefleksikan kejeniusan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, W.R. Supratman, yang berpulang pada usia sangat muda, yakni 35 tahun pada 17 Agustus 1938. Kontemplasi mendalam Supratman tentang Indonesia Raya yang utuh dinilai melampaui zamannya karena lahir di tengah cengkeraman kolonialisme.

Kejeniusan serupa juga ditunjukkan oleh Bung Karno yang pada usia 26 tahun telah berani mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927 guna menyatukan anak-anak muda demi menginspirasi lahirnya Sumpah Pemuda 1928.

"Bagaimana kita bisa menghancurkan kekuatan kolonialisme yang saat itu terbesar di muka bumi? Itu dimulai dengan ide dan imajinasi anak muda. Bung Karno pada usia 26 tahun mendirikan PNI karena terinspirasi oleh spirit kemerdekaan Amerika Serikat melawan Inggris. PNI inilah yang menginspirasi lahirnya Sumpah Pemuda," kata Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menekankan bahwa perubahan-perubahan besar di dunia, seperti Revolusi Prancis, pada awalnya hanya digerakkan oleh segelintir tokoh intelektual yang berani menguji kekuatan pemikiran mereka di tengah masyarakat luas.

Melalui kehadiran 28 anak muda perdana dalam wadah Public Pulse 28, Hasto berharap gerakan ini mampu melahirkan kepemimpinan intelektual (intellectual leadership) baru yang berakar pada penyelesaian tantangan nyata masyarakat.

"Revolusi Prancis hanya dilakukan oleh beberapa orang dengan tiga orang intelektual utama, dan mampu mengubah dunia dari hegemoni feodalisme. Di sini ada 28 orang berkumpul melalui Public Pulse, mari kita ubah Indonesia dan dunia dari kekuatan pemikiran anak-anak muda ini," tuturnya.

Sementara, wadah intelektual Public Pulse 28 ini difasilitasi oleh DPP PDI Perjuangan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keprofesian yang dekat dengan dunia anak muda. Di antaranya adalah Co-Founder What is Up Indonesia (WIUI) sekaligus penulis buku "Makannya Mikir!", Abigail Limuria, serta Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Berly Martawardaya.

Bertindak sebagai pemandu diskusi sekaligus host dari Public Pulse 28 adalah politisi muda PDI Perjuangan, Muhammad Syaeful Mujab.

Baca juga: PDIP luncurkan wadah aspirasi gen z dan milenial Public Pulse 28

Baca juga: PDIP: Monumen Kudatuli simbol kasih ibu dan api abadi penegak keadilan

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |