Satu tahun MBG, BGN berdayakan 780 ribu tenaga kerja

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada 6 Januari 2025 dan kini memasuki satu tahun berjalan telah memberdayakan lebih dari 780 ribu tenaga kerja.

"Sebanyak 780 ribu lebih tenaga kerja telah terserap dan aktif dalam operasional dapur, dari persiapan bahan baku hingga distribusi makanan," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Jakarta, Selasa.

Dadan mengemukakan, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya meningkatkan kapasitas dapur, tetapi juga memberi kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan membangun keterampilan pada sektor pangan.

"Pelayanan SPPG yang dimulai pada 6 Januari 2025 awalnya hanya sebanyak 190 SPPG. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 19.188 SPPG telah beroperasi dan menjangkau 38 provinsi," ujar dia.

Baca juga: Prabowo: Dalam setahun, penerima MBG capai 55 juta orang

Ia menambahkan, sebanyak 55,1 juta penerima manfaat telah merasakan MBG untuk pemenuhan gizi yang lebih baik.

"Program ini sangat mendukung tumbuh kembang balita dan anak sekolah, menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta mencegah stunting sebagai fondasi mewujudkan generasi emas 2045," tuturnya.

Bagi anak-anak sekolah, MBG serempak akan dimulai pada Rabu, 8 Januari 2026. Oleh karena itu, setiap SPPG diminta terus melakukan persiapan dan menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dengan baik.

Dalam kurun waktu satu tahun melayani MBG, BGN juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, di antaranya prestasi atas dedikasi dan sinergi dalam penguatan penyelenggaraan pelayanan publik di sektor perekonomian, kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) proaktif, hingga keterbukaan informasi publik yang transparan kepada masyarakat.

Baca juga: Taklimat awal tahun, Prabowo menyatakan zero defect MBG mulai 2026
Baca juga: Akademisi: MBG perlu tumbuhkan perilaku makan sehat dan berkelanjutan

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |