RSUD Kota Bogor bidik pembiayaan non-APBD lewat WJIC 2026

4 hours ago 3

Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, membidik skema pembiayaan alternatif di luar APBD untuk pengembangan RSUD Kota Bogor melalui West Java Investment Challenge (WJIC) 2026.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Balai Kota Bogor, Jumat, mengatakan peluang tersebut terbuka setelah proyek pengembangan RSUD Kota Bogor berhasil masuk dalam 12 besar proyek terbaik WJIC 2026.

"Jadi kami berharap dari alternatif pembiayaan atau creative financing, termasuk juga dari model seleksi atau kompetisi yang dilaksanakan oleh DPMPTSP Jawa Barat, mudah-mudahan Kota Bogor mendapatkan kesempatan untuk memodelkan proyek ini," kata Dedie.

Ia menyampaikan hal itu usai menerima Panitia Site Visit 12 Proyek Terbaik WJIC 2026 di Balai Kota Bogor.

Menurut Dedie, alternatif pembiayaan dibutuhkan untuk mendukung pengembangan RSUD Kota Bogor tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan APBD.

Terlebih, kata dia, perkembangan RSUD Kota Bogor dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren positif, baik dari sisi fasilitas maupun jangkauan pelayanan.

Saat ini RSUD Kota Bogor memiliki kapasitas sekitar 500 tempat tidur dan tidak hanya melayani masyarakat Kota Bogor, tetapi juga pasien yang berasal dari daerah sekitar.

"Alhamdulillah RSUD Kota Bogor selama lima tahun terakhir sudah berubah total. Dari yang tadinya mungkin masih dianggap rumah sakit yang tidak diperhitungkan, tetapi saat ini kondisinya sudah semakin membaik," ujarnya.

Baca juga: Wamendagri dorong pemda terapkan pembiayaan kreatif

Baca juga: BI: "Creative financing" bantu daerah jaga ekonomi

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Muslimin Anwar mengatakan proyek RSUD Kota Bogor menjadi satu dari 12 proyek terbaik yang lolos dari sekitar 40 proyek kabupaten/kota di Jawa Barat.

Menurut dia, proses kurasi WJIC tahun ini dilakukan lebih selektif dengan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari instansi terkait, calon investor hingga perbankan.

Setelah menetapkan 12 besar, tim melakukan verifikasi lapangan untuk melihat kesiapan proyek sekaligus komitmen pemerintah daerah dan kepala daerah dalam merealisasikannya.

"Setelah site visit ini, 12 besar akan melakukan presentasi, kemudian akan ditentukan top five untuk tingkat Jawa Barat," kata Muslimin.

Ia menjelaskan rangkaian WJIC tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga dirancang untuk mempertemukan proyek potensial dengan investor agar dapat direalisasikan.

Karena itu, tim turut menggelar roadshow dan business matching dengan menghadirkan kandidat calon investor yang telah menunjukkan ketertarikan terhadap proyek tersebut.

"Besar harapan kami, ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana proyek investasi ini benar-benar terealisasi dan dapat berguna bagi masyarakat, khususnya di Kota Bogor," ujarnya.

Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Jawa Barat Heni Rahmawati mengatakan site visit menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan proyek, termasuk dari aspek ketersediaan lahan dan faktor pendukung lainnya.

Tahapan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan investor potensial sebelum proyek memasuki proses penilaian berikutnya.

Dalam rangkaian kegiatan itu, RSUD Kota Bogor, Bank Syariah Indonesia, dan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat juga menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk komitmen awal mendukung pengembangan proyek RSUD Kota Bogor dalam WJIC 2026.

Baca juga: Pramono harap "creative financing" bisa dorong pembangunan Jakarta

Baca juga: Kadin usulkan Indonesia adopsi pembiayaan kreatif untuk UMKM

Baca juga: HPJI sebut perlu "creative financing" pendanaan infrastruktur jalan

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |