Shanghai (ANTARA) - Kobelco Baosteel Automotive Aluminum Rolled Products Co., Ltd., perusahaan patungan China-Jepang yang berspesialisasi di sektor lembaran aluminium otomotif, diresmikan di Shanghai pada Kamis (13/2). Acara peresmian itu menandai penguatan kolaborasi antara perusahaan China dan Jepang di sektor material otomotif.
Perusahaan yang didirikan bersama oleh Baoshan Iron and Steel Co., Ltd. (Baosteel), Baowu Aluminum Technology Co., Ltd., dan Kobe Steel Jepang itu memiliki modal terdaftar senilai hampir 1 miliar yuan (1 yuan = Rp2.243) atau sekitar 139,4 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.365).
Dengan investasi yang setara dari China dan Jepang, perusahaan patungan (joint venture) itu akan memasok lembaran aluminium ramah lingkungan kepada para produsen mobil.
Seiring aluminium memainkan peran penting dalam meringankan bobot kendaraan, ekspansi produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang pesat menghadirkan peluang pasar yang signifikan. Permintaan China untuk lembaran aluminium otomotif diproyeksikan akan tumbuh dari 442.000 ton pada 2024 menjadi 657.000 ton per 2027 mendatang.
Perusahaan itu mengatakan mereka berniat untuk memanfaatkan keahlian teknologi, efisiensi manufaktur, dan strategi pasar global Baosteel dan Kobe Steel guna meningkatkan pasokan lembaran aluminium otomotif kelas atas.
Zou Jixin, chairman Baosteel, mengatakan bahwa perusahaan patungan ini memperkuat kerja sama strategis China-Jepang, mendorong keuntungan yang saling melengkapi serta sejalan dengan pergeseran industri ke pembangunan ramah lingkungan dan rendah karbon.
Peresmian usaha itu dilakukan menyusul adanya tren peningkatan investasi asing di sektor otomotif China, dengan Shanghai sebagai basis pentingnya.
Sebelumnya pada bulan ini, produsen mobil Jepang Toyota Motor Corp. mengumumkan rencana untuk membangun pabrik manufaktur EV yang sepenuhnya dimiliki oleh Toyota di Shanghai. Sementara itu, Megafactory baru milik produsen mobil Amerika Serikat Tesla, yang didedikasikan untuk memproduksi baterai penyimpanan energi yang dikenal sebagai Megapack, memulai aktivitas produksinya pada Selasa (11/2) di Shanghai.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2025