Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memprediksi ekspor tekstil nasional mampu mencetak pertumbuhan pada level 2-3,2 persen pada 2026 seiring membaiknya permintaan global dan meningkatnya kebutuhan produk tekstil berkelanjutan.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk tekstil berkelanjutan, terutama di segmen pasar premium.
Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI Anton Herdianto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, menjelaskan pihaknya memperkirakan ekspor tekstil nasional tetap tumbuh solid hingga tahun 2027, dengan proyeksi sebesar 3,4-4 persen.
Peluang perbaikan berasal dari prospek pertumbuhan global yang membaik dari ketidakpastian global dan proyeksi penurunan suku bunga global di masa mendatang, yang diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat global yang lebih tinggi seperti produk pakaian.
Menurut Anton, daya saing ekspor tekstil Indonesia saat ini ditopang oleh produk finished fabric yang porsinya mencapai sekitar 74 persen dari total ekspor TPT nasional.
Dia menyoroti bahwa keberlanjutan kinerja ekspor tidak hanya ditentukan oleh produsen garmen, tetapi juga oleh kekuatan seluruh rantai pasok industri.
“Buyer global kini tidak hanya mempertimbangkan harga yang kompetitif, tetapi juga kualitas produk, ketepatan pengiriman, traceability, kepatuhan terhadap standar internasional, hingga penggunaan material yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan rantai pasok menjadi kunci untuk menjaga daya saing ekspor Indonesia,” ujar dia.
Untuk mendukung peluang itu, LPEI menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan trade finance yang disesuaikan dengan kebutuhan eksportir.
Dukungan tersebut mencakup pembiayaan pra-pengapalan (pre-shipment) dan pascapengapalan (post-shipment), Trade Credit Insurance (TCI) untuk melindungi risiko gagal bayar dari pembeli luar negeri, serta Marine Cargo Insurance guna memberikan perlindungan selama proses pengiriman barang.
“Penguatan rantai pasok tekstil nasional membutuhkan kolaborasi yang erat. LPEI hadir tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga layanan advisory dan market insight agar eksportir semakin siap memenuhi kebutuhan pasar global,” kata Anton.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































