Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Tes Tahap II Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru di 43 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia pada Kamis (16/4).
Pelaksanaan tes tahap II untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali dilaksanakan di lima lokasi, salah satunya di Universitas Gunadarma, Depok. Stefanus Christian Julianto yang menjadi salah satu peserta mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dapat mengikuti tes tahap II ini dan berharap dapat menjadi salah satu siswa di SMA Unggul Garuda Baru.
"Perasaan saya senang, meskipun beberapa soal yang belum sempat saya pelajari, tapi saya percaya diri karena saya sudah belajar semaksimal mungkin dan saya mengandalkan semua kepada Tuhan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Hal serupa juga dirasakan oleh Labib Nafi Sadoni yang menyampaikan bahwa dengan persiapan yang telah dilakukan, dirinya optimistis dapat bersaing dengan peserta lainnya.
"Tes seleksi masuk Sekolah Garuda ini diikuti oleh banyak peserta dari Sabang sampai Merauke yang bersaing secara sehat di tingkat nasional, tapi aku yakin pasti bisa bersaing dengan peserta lainnya," ujar Labib.
Diketahui, Pelaksanaan Tes Tahap II meliputi Tes Potensi Akademik dan Tes Akademik, berupa Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Dari total 1.478 pendaftar yang telah dinyatakan lolos di tahap I, sebanyak 1.334 orang peserta hadir pada pelaksanaan tes yang dilaksanakan secara serentak di tiga zona waktu Indonesia.
Baca juga: PPDB SMA Garuda dibuka, transportasi dari seluruh Indonesia disiapkan
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa pelaksanaan PPDB Sekolah Garuda merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi kemajuan bangsa.
"Sumber daya manusia unggul adalah kunci keberhasilan pembangunan bangsa. Peluncuran seleksi PPDB Sekolah Garuda ini merupakan fondasi awal untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan Indonesia," ujar Mendiktisaintek.
Menteri Brian juga menjelaskan bahwa Sekolah Garuda dirancang sebagai ekosistem pendidikan khusus dengan kurikulum bertaraf internasional, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta guru dan tenaga kependidikan terbaik.
Sekolah ini difokuskan untuk menumbuhkan talenta unggul di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), sekaligus membentuk karakter, daya pikir kritis, dan wawasan global peserta didik.
"Seluruh siswa Sekolah Garuda akan dibiayai penuh melalui beasiswa negara. Akses terhadap pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, tetapi oleh potensi, prestasi, dan kerja keras," ucap Brian Yuliarto.
Baca juga: Kemdiktisaintek luncurkan PPDB Sekolah Garuda Baru TA 2026/2027
Baca juga: Luncurkan PPDB SMA Garuda, Mendiktisaintek: Tidak ada jalur khusus
Baca juga: Mendiktisaintek: SMA Unggul Garuda tak ciptakan pendidikan eksklusif
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































