Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) berencana mengalihkan lahan tempat penampungan sementara (TPS) sampah di sekitar Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Perkampungan Industri Kecil (PIK) 2, Penggilingan, Cakung, menjadi ruang hijau.
"Untuk sampah yang di rusun, jadi nanti lokasi tersebut tidak dijadikan tempat penampungan sampah lagi tetapi dialihkan ruang penghijauan," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin usai meninjau Taman Gapura Muka di Cakung, Jakarta Timur, Selasa.
Kebijakan ini menyikapi keluhan warga terkait penumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat hingga ke lantai atas hunian.
Munjirin menyebut, pihaknya telah menyiapkan lokasi alternatif yang lokasinya tidak jauh dari rusun tersebut.
"Untuk sampah yang di rusun, nanti lokasi tersebut tidak dijadikan tempat pembuangan sampah lagi, tapi akan dialihkan ke tempat yang terdekat dan kita sudah menemukan lokasinya," jelas Munjirin.
Baca juga: Sudin LH Jaktim lakukan penataan ulang TPS di Penggilingan
Tidak hanya memindahkan TPS, Pemkot Jakarta Timur juga menyiapkan langkah penataan lanjutan pada area bekas tumpukan sampah.
Pemkot Jakarta Timur akan menutup dan merapikan lahan tersebut sebelum dimanfaatkan menjadi ruang hijau.
"Bekasnya itu nanti kita sudah rapatkan dan nanti akan dilapisi dengan tanah merah dan nanti kita akan tanami. Jadi, penghijauan daerah situ," ucap Munjirin.
Selain itu, Munjirin menambahkan, di kawasan Cakung masih terdapat dua titik lain yang juga akan dialihkan fungsinya. Namun, lokasi detail masih dalam proses finalisasi penetapan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, langkah penataan kawasan bekas TPS ini sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih hijau dan nyaman bagi warganya.
Baca juga: Sudin LH Jakbar angkut 20 ton sampah saat perayaan malam tahun baru
"Saya memang mencanangkan untuk membuat Jakarta lebih hijau, lebih nyaman. Maka semua ruang-ruang yang seperti ini kita gunakan, kita manfaatkan selain untuk kita tanami menjadi 'vertical garden' (taman vertikal) atau 'rain garden' (taman hujan) dan sebagainya," jelas Pramono.
Pramono juga mendorong agar lahan-lahan kosong, termasuk area di bawah jalan tol layang, dapat dikreasikan menjadi ruang interaksi publik.
"Saya juga meminta kepada dinas terkait, dinas pertamanan dan juga para wali kota, harus ada peristiwanya. Bahkan kalau perlu di bawah jalan tol layang begini kita buatkan sarung tinju untuk latihan, papan luncur (skateboard), dan sebagainya. Supaya orang di Jakarta itu penuh kenyamanan," jelas Pramono.
Pramono berharap, keluhan warga terkait bau sampah bisa teratasi, sekaligus menghadirkan ruang terbuka ramah warga di lingkungan hunian padat tersebut.
Sebelumnya, gunungan sampah di dekat Rusunawa PIK Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, memang sudah dikeluhkan penghuni rusun dan warga sekitar.
Baca juga: DLH sebut timbulan sampah malam tahun baru 2026 di Jakarta menurun
Keluhan tersebut muncul karena tumpukan sampah menimbulkan bau tidak sedap yang tercium hingga lantai 12 rusunawa.
Keluhan itu berdasarkan aduan warga melalui aplikasi Jakarta Kini (Jaki). Dalam laporannya, pelapor mengaku mencium aroma menyengat dari tumpukan sampah tersebut.
"Butuh segera ditindaklanjuti karena bau sampah sampai ke lantai 12 rusun, baunya sangat semerbak," kata pelapor dalam aduannya di aplikasi Jaki yang dibuat, Kamis (1/1).
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































