PEMA kembangkan industri baja ringan kapasitas 2 ribu ton di Aceh

4 hours ago 1
Kawasan Industri Aceh Ladong kami siapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru yang produktif

Banda Aceh (ANTARA) - Perseroda PT Pembangunan Aceh (PEMA) mulai mengembangkan dan membangun pabrik baja ringan berkapasitas 2.000 ton di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar guna merealisasikan investasi sektor konstruksi serta mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Kawasan Industri Aceh Ladong kami siapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru yang produktif, modern, dan kompetitif," kata Direktur PT PEMA, Mawardi Nur, di Banda Aceh, Rabu.

Mawardi mengatakan, kehadiran kawasan industri ini diharapkan menjadi tonggak awal terbentuknya klaster konstruksi yang terintegrasi dan mampu meningkatkan daya saing industri manufaktur di Aceh.

Pengembangan tersebut atas kerja sama PT PEMA dengan PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group melalui PT Aceh Global Steel, langkah ini diharapkan tidak hanya membangun fasilitas produksi, melainkan juga mendorong transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas industri lokal.

Pembangunan pabrik baja ringan ini memanfaatkan lahan seluas lima hektare di KIA Ladong, dan memiliki kapasitas produksi hingga 2.000 ton baja ringan per bulan dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar Aceh dan sekitarnya.

Mawardi menyampaikan, pembangunan pabrik baja ringan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan industri konstruksi di Aceh serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

"Pabrik ini sebagai fondasi industri konstruksi Aceh untuk memenuhi kebutuhan daerah, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Aceh, sekaligus menarik investasi lanjutan ke Aceh,” ujarnya.

Pengembangan ke depan, kata Mawardi, kawasan ini direncanakan berkembang menjadi empat klaster pabrik baja ringan yang saling terintegrasi, sehingga mampu memperkuat rantai pasok material konstruksi nasional.

Selain mendorong pertumbuhan industri, juga diproyeksi dapat memberikan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja lokal, tumbuhnya usaha pendukung, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.

Melalui pengembangan kawasan industri ini, lanjut dia, PT PEMA berkomitmen terus membuka peluang kolaborasi dengan investor, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan mitra strategis lainnya untuk bersama-sama membangun ekosistem industri yang kompetitif.

"Pengembangan ini juga memperluas kesempatan kerja, memperkuat sektor konstruksi dan mempercepat transformasi ekonomi Aceh menuju daerah yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing," katanya.

Ia menegaskan, setiap investasi yang dihadirkan harus benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh. Dan industri ini membuka lapangan kerja baru bagi putra-putri Aceh, menggerakkan pelaku usaha dan jasa pendukung, serta menciptakan multiplier effect yang berkelanjutan bagi perekonomian daerah.

"Ini lah komitmen PT PEMA sebagai Badan Usaha Milik Aceh dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” demikian Mawardi Nur.

Baca juga: Menteri PU: Pembangunan IPA baja SPAM Karang Baru Aceh guna suplai air

Baca juga: Industri baterai hingga baja segera beroperasi di Aceh

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |