Jakarta (ANTARA) - Partai Demokrat mendukung penuh arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mengusut tuntas insiden yang menyebabkan meninggalnya pengemudi ojek daring (ojek online/ojol) Affan Kurniawan dalam unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.
"Partai Demokrat mendukung penuh arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mengusut tuntas kasus ini secara tegas, transparan, dan adil," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Herzaky juga menyampaikan apresiasi kepada Polri yang bergerak cepat mengamankan dan memeriksa sejumlah anggota yang diduga terkait dalam insiden yang menyebabkan meninggalnya Affan.
"Kami menegaskan bahwa demokrasi dan kebebasan berpendapat adalah hak rakyat yang harus dijaga, namun pada saat yang sama keselamatan warga negara juga harus menjadi prioritas utama," ujarnya.
Tragedi ini, kata Herzaky, mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berdemokrasi dan perlindungan terhadap setiap nyawa manusia.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak terprovokasi. Partai Demokrat akan terus bersama Presiden dan pemerintah mengawal agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan, serta memastikan aspirasi masyarakat mendapat perhatian serius," tutur Herzaky.
Baca juga: Prabowo perintahkan agar insiden Brimob-ojol diusut tuntas transparan
Partai Demokrat juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan.
"Almarhum Affan adalah anak muda yang tengah berjuang mencari nafkah bagi keluarganya. Kepergiannya bukan hanya duka bagi keluarga, melainkan juga duka bagi bangsa Indonesia. Kami mendoakan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," tuturnya.
Adapun kejadian kendaraan taktis (rantis) Brimob melindas pengendara ojek online itu terjadi pada Kamis (28/8) malam, setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, Jakarta, dipukul mundur oleh pihak kepolisian.
Akibatnya kericuhan terjadi hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, mulai dari Palmerah, Senayan, hingga Pejompongan. Peristiwa rantis Brimob yang melindas pengemudi ojol itu diduga terjadi di wilayah Pejompongan.
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat dini hari, mengungkapkan bahwa ada tujuh aparat Brimob yang diduga terlibat dan berada di dalam rantis tersebut. Menurut dia, tujuh personel itu masih dalam proses pemeriksaan.
Baca juga: Prabowo terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan
Baca juga: Puan: Insiden pilu Brimob lindas ojol harus diusut tuntas-transparan
Baca juga: Anggota Komisi III minta investigasi rantis Brimob lindas ojol terbuka
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.