Nissan diproyeksi sulit cari mitra usai gagal merger dengan Honda

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif Nissan Motor Co. diperkirakan akan kesulitan mencari mitra baru setelah gagal melangsungkan rencana penggabungan atau merger dengan Honda Motor Co yang mengindikasikan kurangnya urgensi produsen mobil yang sedang terpuruk itu memulihkan operasi.

“Saya bertanya-tanya, apakah krisis benar-benar dirasakan oleh tim manajemen Nissan. Keputusan mereka agak naif,” kata analis senior Tokai Tokyo Intelligence Laboratory Co Seiji Sugiura sebagaimana dikutip dari Kyodo, Jumat (14/2).

Di balik kegagalan negosiasi itu, ada penolakan Nissan terhadap proposal agar beroperasi di bawah grup Honda, kata kedua perusahaan itu pada Kamis. Sementara rencana awalnya, mereka ingin bergabung di bawah perusahaan induk.

Baca juga: Nissan diwartakan sedang cari mitra baru untuk kembangkan EV

CEO Honda Toshihiro Mibe mengatakan, pembicaraan berkepanjangan antar kedua produsen mobil itu bakal menunda keputusan secara rinci soal merger, ia menyebut pihaknya berusaha mempercepat hal tersebut dan menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan.

“Kami pikir pertukaran saham (untuk jadikan Nissan bagian dari Honda) adalah satu-satunya cara untuk merger yang sukses,” kata Mibe.

Analis juga menilai penggabungan Nissan dengan Honda merupakan hal yang sulit dilakukan.

Baca juga: Media: Nissan akan akhiri pembicaraan merger dengan Honda

“Mengingat profitabilitas Nissan yang rendah dan kapitalisasi pasar yang lebih rendah, penggabungan yang setara merupakan hal yang sulit sejak awal,” kata Peneliti Utama Senior Mizuho Bank Jin Tang.

Persoalan lain, Nissan berencana memangkas 9.000 pekerja dan mengurangi kapasitas produksi global sebesar 20 persen, namun Honda menginginkan restrukturisasi yang lebih drastis untuk memastikan pemulihan Nissan dengan cepat.

Analis menilai, tim manajemen Nissan yang dipimpin CEO Uchida terlalu lambat dalam meluncurkan tindakan untuk mengatasi penjualan yang lesu di China dan Amerika Serikat, dua pasar otomotif terbesar di dunia.

“Jika Nissan tidak dapat mengesampingkan harga dirinya dan berusaha keras untuk melakukan restrukturisasi, maka ia tidak akan dapat membuka jalan bagi masa depannya,” pungkas Jin Tang.

Baca juga: Nissan dikabarkan akhiri pembicaraan merger dengan Honda

Baca juga: Honda: Merger Nissan bukan untuk menyelamatkannya dari kesulitan

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |