Badung (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengizinkan pemerintah daerah di Bali membuang sampah spesifik, yaitu sampah pantai hasil kiriman dari laut ke TPA Suwung.
“Jadi, ini sampah spesifik tidak dihasilkan dari sampah rumah tangga, ini mendapat perlakuan khusus, sehingga kita kelola lebih lanjut di TPA Suwung,” kata Menteri LH di Kabupaten Badung, Jumat.
Baca juga: Gubernur Bali minta penutupan TPA Suwung diundur hingga November 2026
Hanif Faisol di sela aksi bersih sampah di Pantai Kedonganan menjelaskan izin ini sama seperti saat banyak tumpukan sampah akibat banjir di Bali September 2025, begitu pula dengan sampah dari bencana Aceh dan Sumatera.
Sehingga, izin membuang sampah ke TPA diberikan hingga penanganannya selesai, sebab jika dibiarkan menumpuk akan menimbulkan banyak masalah baru.
Izin ini hanya diberikan kepada sampah spesifik, sementara untuk sampah rumah tangga dan usaha diberikan batas untuk masuk TPA Suwung.
“TPA Suwung ini supaya masyarakat tahu, saya bersama dengan jajaran Bareskrim telah meningkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan, pemanggilan terus kami lakukan, kami memaksa TPA Suwung harus berakhir, karena risiko lingkungannya sangat tinggi, kecuali untuk sampah spesifik,” kata Menteri LH.
Selain mengumpulkan dan membuang sampah pantai ke TPA Suwung, Menteri LH meminta Pemprov Bali dan kabupaten/kota tetap berupaya mengurangi sampah dengan rutin.
Setelah mendapat sorotan dari Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, hari ini Menteri Hanif melakukan penguatan penanganan sampah pantai bersama berbagai elemen masyarakat, seperti TNI/Polri, pemerintah daerah, komunitas, dan pelajar.
Baca juga: Menteri LH dukung Bali jadi pelopor kelola sampah tanpa open dumping
Baca juga: Menteri LH perintahkan bawa sampah dampak banjir Bali ke TPA Suwung
“Kita melaksanakan bersih sampah yang sejatinya telah dilakukan oleh jajaran pemerintah provinsi, hari ini kita penguatan bersama dan setiap hari kita wajib melakukan, sebab sampah tidak akan selesai hanya dengan seremoni-seremoni,” kata dia.
Ia mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak hanya terjadi di Bali, namun di seluruh Indonesia. Bali menjadi percontohan, sebab merupakan etalase pariwisata Indonesia.
“Bapak Presiden Prabowo mengingatkan kita dengan mencontohkan Bali dan Tangerang Selatan sebagai contoh nasional bagaimana rumitnya pengelolaan sampah di Tanah Air, kita tidak boleh menyerah dari kondisi ini,” kata Hanif Faisol.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































