Mataram (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto mengapresiasi arah pembangunan di Nusa Tenggara Barat, termasuk Program Desa Berdaya.
Mensos Saifullah Yusuf menekankan kualitas perencanaan menjadi faktor penentu utama keberhasilan pembangunan. Bahkan, menurutnya, perencanaan yang matang dapat menyumbang hingga 50 persen tingkat keberhasilan program.
"Pembangunan itu 50 persen kesuksesannya ditentukan pada perencanaan. Kalau perencanaannya baik, paling tidak kita sudah mengantongi 50 persen kesuksesan. Banyak orang yang tidak menyadari sesungguhnya perencanaan itu adalah hal yang sangat strategis," ujarnya usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemprov NTB di Mataram, Kamis.
Mensos memastikan program antara daerah dan pusat terhubung, tersambung, terkolaborasi, serta berjamaah, sehingga dampaknya nyata dan kelihatan di tengah-tengah masyarakat. Sebab salah satu Pekerjaan Rumah (PR) antara pusat dan daerah itu adalah kebersamaan dan kolaborasi.
Baca juga: Mensos: Pembangunan SR di Kota Tangerang masih lengkapi administrasi
"Kami hadir di sini jadi tahu visi misi gubernur. Dan kami lihat Pak Gubernur juga mengetahui persis visi misi dan program prioritas dari Bapak Presiden melalui kementerian dan lembaga, sehingga perencanaan daerah sama dengan perencanaan nasional. Itulah kami memberikan rasa hormat kepada gubernur," kata Mensos Saifullah Yusuf.
Ia mengingatkan perencanaan tidak boleh dipandang sebagai aspek administratif semata, melainkan fondasi strategis yang menentukan arah dan efektivitas kebijakan pembangunan.
Oleh karena itu, kata dia, setiap program harus disusun secara terukur, terarah, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Senada dengan itu Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan desa menjadi titik kunci dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah. "Kunci maju atau tidaknya daerah itu ada di desa. Semua indikator pembangunan berangkat dari sana," ujarnya.
Mendes Yandri mengapresiasi Program Desa Berdaya yang digagas Pemprov NTB. Program tersebut dinilai selaras dengan agenda nasional pembangunan desa yang mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Baca juga: Memutus akar persoalan sosial di NTB
Ia menjelaskan pemerintah pusat saat ini tengah mendorong berbagai model pengembangan desa, seperti desa wisata, desa ekspor, dan desa tematik berbasis sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.
Menurutnya, penguatan desa tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan rantai pasok nasional.
"Semua kebutuhan dasar masyarakat sejatinya bisa dipenuhi dari desa. Jika ini berjalan, dampaknya langsung dirasakan masyarakat," ucapnya.
Kedua menteri sepakat bahwa integrasi kebijakan dan kolaborasi lintas pemerintahan menjadi faktor kunci dalam menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Musrenbang NTB 2026 menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan setiap program yang dirancang tidak hanya terimplementasi dengan baik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Pemprov NTB perkuat implementasi Desa Berdaya
Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































