Likweli jadi spesies monyet baru Afrika teridentifikasi di Kongo

1 month ago 7

Istanbul (ANTARA) - Para ilmuwan mengidentifikasi spesies monyet Afrika, yang sebelumnya tidak diketahui, hidup di hutan hujan Kongo sebagai salah satu dari sedikit penemuan spesies monyet baru Afrika dalam beberapa dekade terakhir.

Spesies yang diberi nama colobus congoensis dan dikenal secara lokal sebagai Likweli itu secara resmi dijelaskan dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal telaah rekan sejawat PLOS One pada Rabu (15/7).

Para peneliti memastikan hewan tersebut merupakan spesies tersendiri melalui analisis genetik, anatomi, dan akustik, serta pengamatan lapangan selama bertahun-tahun di sekitar Taman Nasional Lomami, sebelah tengah ke timur Kongo.

Baca juga: Dua warga AS didenda Rp34 juta usai masuk kandang si monyet viral

Likweli, monyet berbulu hitam itu, dapat dikenali dari warna oranye dan krem di sekitar mulut dan hidungnya. Monyet jenis itu juga memiliki bercak putih di bagian pantat serta suaranya berbeda dari monyet colobus lain.

Para peneliti pertama kali memotret hewan tersebut pada tahun 2008. Namun, baru setelah melakukan survei lanjutan pada tahun 2018-2022, peneliti baru dapat mengumpulkan bukti cukup untuk mengklasifikasikan hewan itu sebagai spesies tersendiri.

Tim juga peneliti mencatat 114 penampakan di wilayah yang diperkirakan seluas sekitar 1.700 kilometer persegi.

Baca juga: Indonesia donasikan vaksin kepada negara Afrika terdampak wabah Mpox

Para ilmuwan mengatakan monyet tersebut tampaknya hanya ditemukan di wilayah terbatas antara Sungai Lomami dan Sungai Kongo.

Spesies itu juga direkomendasikan masuk ke dalam daftar spesies terancam punah karena keterbatasan habitat, tekanan perburuan, serta hilangnya hutan yang terus berlanjut.

Likweli menjadi spesies monyet baru Afrika yang kelima dan dideskripsikan secara ilmiah dalam 75 tahun terakhir, dengan menyoroti pada keanekaragaman hayati di Cekungan Kongo maupun perlunya upaya konservasi berkelanjutan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Republik Demokratik Kongo mulai vaksinasi pertama mpox

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |